Lombokvibes.com, Lombok Utara – Suasana riang mewarnai PAUD Chili House Community di Dusun Teluk Dalam, Kecamatan Tanjung, Senin (8/9/2025) ketika Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, hadir menyapa anak-anak. Tidak sekadar berkunjung, Bhayangkari membawa pesan penting: mengajarkan perlindungan diri sejak usia dini.
Dalam kunjungan yang disambut antusias lewat nyanyian dan hafalan Pancasila dari anak-anak, Ny. Heny menyampaikan bahwa masa usia dini adalah periode emas yang tak boleh terlewatkan. Menurutnya, pendidikan bukan hanya tentang membaca dan berhitung, tetapi juga tentang menanamkan kemandirian, disiplin, dan kemampuan melindungi diri.
“Anak-anak perlu tahu bahwa tubuh mereka berharga, harus dijaga, dan mereka berhak berkata tidak jika merasa terancam. Mereka juga harus berani menyampaikan kepada orang tua atau guru bila ada sesuatu yang tidak nyaman,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pesan itu disampaikan Ny. Heny dengan cara sederhana agar mudah dipahami anak-anak PAUD.
Ia menekankan, keberanian berbicara sejak dini menjadi bekal penting agar mereka tumbuh menjadi generasi yang tangguh, mandiri, dan berani bersuara.
Pendiri Chili House Community, Noor Ain Hussin, Ph.D., menyambut baik dukungan Bhayangkari. Ia menuturkan bahwa pendirian PAUD ini berangkat dari pengalamannya sebagai penyintas pelecehan seksual.
Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya kasus yang terjadi, tetapi juga keberanian untuk bersuara di tengah budaya yang masih menutup ruang bagi korban.
“Karena itu, kami ingin mendidik anak-anak sejak kecil agar mereka tidak takut menyampaikan perasaan, bisa menjaga diri, dan berani membela diri. Apa yang dilakukan Bhayangkari hari ini sejalan dengan semangat Chili House,” jelas Noor Ain.
Saat ini Chili House telah memberikan pendidikan gratis bagi lebih dari 270 anak di Gili Trawangan dan Teluk Dalem dengan kurikulum berbasis pengetahuan, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter.
Kunjungan Bhayangkari diharapkan menjadi titik awal kolaborasi lebih luas untuk memperkuat pendidikan dan perlindungan anak di Lombok Utara. Dari ruang kelas sederhana, tersimpan harapan besar lahirnya generasi Indonesia yang berani, mandiri, dan peduli pada sesamanya.



































