Lombokvibes.com, Lombok Utara– Ny.Heny Fitriani SE., MM., MH., CTA., CTL., CPHCM., merupakan sosok perempuan yang inspiratif. Tidak hanya menjadi ketua Bhayangkari cabang Kabupaten Lombok Utara (KLU), namun ia juga seorang akademisi yang telah menelurkan 12 buku untuk meningkatkan literasi negeri di Indonesia.
Perempuan yang lahir di Semarang 22 September 1987 itu, terus berusaha menginspirasi dan memberi manfaat.
Di tengah-tengah kesibukannya menjadi seorang Ibu, istri, pemimpin organisasi, dan intelektual, ia telah mempublikasikan 12 yang telah memiliki ISBN dan terdaftar di Perpustakaan Nasional serta terintegrasi dalam sistem SISTER Kemdikbud.
Karya-karyanya bisa dinikmati baik di perpustakaan maupun di website perpusnas. Ia juga menjajakan karyanya di market place.
Buku-buku tersebut menjadi referensi penting dalam bidang manajemen, bisnis, akuntansi, pemasaran, dan kewirausahaan. Beberapa judul populernya antara lain:

• Manajemen Sumber Daya Manusia: Inovasi dan Paradigma Kontemporer (2025)
• Manajemen Marketing Digital: Strategi Inovasi dan Praktik Terkini (2025)
• Strategi Digital Marketing (2024)
• Manajemen UMKM di Era Digital (2024)
• Manajemen Strategik (2023)
• MOH dan HPP Melonjak: Kendalikan dan Awasi (2018) – buku perdananya yang membuka jalan di dunia penulisan.
Meski tinggal jauh dari pusat akademik di Jawa Barat, Heny tetap aktif menulis dan mengajar. Ia membuktikan bahwa letak geografis bukanlah penghalang untuk berkarya.
Membiarkan Mahasiswa Mengkritik Polisi
Menariknya, meski menyandang status sebagai istri Kapolres, Heny tidak pernah membawa status itu ke dalam ruang kelas.
“Awal-awal, mahasiswa saya bahkan tak tahu saya ini istri polisi,” kata wanita yang juga sebagai dosen tetap di Politeknik PGRI Banten ini.
Ia bahkan membiarkan para mahasiswa mendiskusikan isu-isu tentang polisi secara terbuka di kelas. Ia ingin ruang akademik menjadi tempat yang bebas dan sehat untuk berpikir kritis—termasuk terhadap institusi tempat suaminya mengabdi.
Heny Fitriani adalah potret Kartini masa kini yang berhasil memadukan banyak peran sekaligus: istri, ibu, profesional, akademisi, pemimpin organisasi, dan pelayan masyarakat. Ia membuktikan bahwa seorang perempuan tak harus memilih antara karier atau keluarga—karena dengan komitmen, keduanya bisa dijalani bersama.
Terbaru, Ny.Heny Fitriani, menggelar 12 bedah buku pada momentum peringatan Hari Kartini 2025 dan Hut Yayasan Kemala Bhayangkari ke-54, Senin (21/4/2025).
Selain memberikan inspirasi menjadi sosok Kartini Modern, Ny.Heny Fitriani juga menyerahkan buku karyanya secara gratis ke Dinas Perpustakaan Lombok Utara.

Kepala Dinas Perpustakaan KLU Wahyu Darmawan memberikan apresiasi yang luar biasa atas pelaksanaan bedah buku ini. Dia menyebut, ini merupakan untuk pertama kalinya acara bedah buku diinisiasi oleh ibu-ibu. Biasanya, Dinas Perpustakaan hanya berkolaborasi dengan penerbit. Namun, kali ini, Ibu Kapolres Ny.Heny Fitriani berinisiatif sendiri mengajak Dinas Perpustakaan berkolaborasi.
“Ini luar biasa. Ibu Kapolres menunjukkan aksi nyata untuk literasi bangsa,” ucapnya.









































Awesome https://is.gd/tpjNyL
Awesome https://shorturl.at/2breu
Good https://shorturl.at/2breu