Lombokvibes.com, Lombok Utara– Kesadaran masyarakat untuk membayar pajak menjadi hal yang sangat diatensi oleh Pemerintah. Untuk itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersama Bapenda Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar sosialisasi Pajak Daerah dan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Kecamatan Kayangan, Rabu (14/5/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kontribusi masyarakat terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Samsat Tanjung, H. Irnadi Kusuma, menjelaskan, bahwa sosialisasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya membayar PKB dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebagai bentuk tanggung jawab dan partisipasi dalam pembangunan daerah.
“Pajak dari masyarakat adalah tulang punggung PAD. Kami ingin memastikan bahwa warga tidak hanya tahu kewajibannya, tetapi juga paham bagaimana pajak mereka digunakan untuk pembangunan,” kata Irnadi.
Ia menekankan, perlunya tindak lanjut dari kegiatan ini dalam bentuk aksi nyata serta peningkatan kualitas pelayanan publik. Dalam sesi tanya jawab, warga menyuarakan aspirasi terkait validasi data kendaraan yang masih bermasalah, serta usulan pemberian insentif bagi kendaraan yang sudah tidak aktif selama lebih dari lima tahun.

Dari sisi Bapenda KLU, Kasubid Pendataan, Pendaftaran, dan Penilaian, Supoyo, menyampaikan bahwa tahun 2025 pihaknya menargetkan penerimaan pajak dan retribusi sebesar Rp303 miliar. Sebanyak Rp9,3 miliar ditargetkan berasal dari retribusi PBB yang jatuh tempo pada 30 September 2025.
Untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya, Bapenda menyediakan tiga sistem pembayaran, yakni melalui aplikasi Sispenda secara online, transfer bank, dan pembayaran tunai.
Meski demikian, hingga pertengahan triwulan kedua 2025, realisasi penerimaan PBB baru mencapai sekitar 10 persen dari target, menandakan masih perlunya peningkatan partisipasi masyarakat.
Melalui rangkaian sosialisasi ini, Bapenda berharap akan terjadi peningkatan kesadaran dan kepatuhan pajak, yang pada akhirnya akan berkontribusi positif terhadap pembangunan Lombok Utara.








































