Generasi NTB hadapi AI, Gubernur Iqbal tegaskan keunggulan manusia ada pada empati dan kepedulian alam

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Timur – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, mengingatkan generasi muda bahwa tantangan terbesar di masa depan bukan lagi persaingan antarmanusia, melainkan kompetisi dengan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Namun demikian, ia menegaskan manusia tetap memiliki keunggulan mendasar yang tidak akan pernah dimiliki oleh mesin, yakni kemampuan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur saat bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam pembukaan Jambore Daerah (Jamda) XI Gerakan Pramuka NTB Tahun 2025 yang digelar di Kebun Raya Lemor, Kabupaten Lombok Timur, Kamis (18/12).

“Saat kalian besar nanti, saingan kalian bukan lagi manusia. Saingan kalian adalah apa yang kita sebut dengan Artificial Intelligence. Tapi satu hal yang tidak akan pernah dimiliki oleh Artificial Intelligence adalah kemampuan sosial dan kemampuan lingkungan,” tegas Lalu Muhamad Iqbal di hadapan ribuan peserta Jamda.

Sebagai Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Mabida) Gerakan Pramuka NTB, Gubernur menyoroti perubahan pola tumbuh kembang generasi muda yang kian bergantung pada gawai dan aktivitas akademik formal, namun minim ruang interaksi sosial.

Ia menggambarkan keseharian anak-anak yang berangkat sekolah, dilanjutkan kursus dan les privat, hingga malam hari tanpa kesempatan bergaul dengan teman sebaya. Kondisi ini, menurutnya, berpotensi melemahkan kepekaan sosial generasi mendatang.

“Anak-anak saat ini pergi ke sekolah belajar, pulang sekolah ikut privat, ikut kursus, dan sampai waktunya tidur tidak sempat bergaul dengan anak-anak seusianya. Yang dibutuhkan oleh anak seusiamu adalah bergaul dengan manusia, bukan dengan mesin,” ujarnya.

Dalam konteks tersebut, Gubernur menekankan pentingnya revitalisasi Gerakan Pramuka sebagai ruang pembentukan karakter yang tidak tergantikan oleh teknologi. Ia mendorong agar Pramuka kembali menjadi kegiatan utama di sekolah-sekolah di NTB.

Menurutnya, Pramuka tidak hanya mengajarkan kedisiplinan dan kepemimpinan, tetapi juga interaksi sosial yang manusiawi serta kecintaan terhadap alam secara nyata, bukan artifisial.

“Pramuka mengajarkan kalian hidup bersama manusia lain dan mencintai alam secara langsung. Ini yang tidak bisa diajarkan oleh teknologi,” katanya.

Lebih jauh, Gubernur juga menyinggung berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, seperti Aceh dan Sumatera, yang menurutnya tidak lepas dari kerusakan lingkungan. Ia menilai pemilihan Kebun Raya Lemor sebagai lokasi Jambore memiliki pesan simbolik yang sangat kuat.

“Alam yang kalian tempati inilah, di kaki Gunung Rinjani inilah, yang menyelamatkan mereka yang tinggal di bawah sana. Maka alam ini harus diselamatkan. Dan tugas kalian sebagai anak muda adalah menjaga dan menyelamatkan lingkungan ini,” pesan Gubernur.

Pembukaan Jambore Daerah XI Gerakan Pramuka NTB ditandai dengan penyematan tanda peserta serta penanaman pohon sebagai simbol komitmen terhadap pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Jenderal Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Bachtiar Utomo, Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal, Ketua Kwarda Gerakan Pramuka NTB Fathul Gani, Wakil Bupati Lombok Timur Moh. Edwin Hadiwijaya, serta jajaran kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Jambore Daerah XI ini menjadi momentum penting bagi Gerakan Pramuka NTB untuk menegaskan perannya dalam menyiapkan generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian terhadap alam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!