Lombokvibes.com, Lombok Utara – Keberhasilan Kabupaten Lombok Utara (KLU) meraih peringkat pertama kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 menjadi bukti bahwa layanan kesehatan di daerah tersebut semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin, mengatakan penghargaan yang diberikan Kementerian Dalam Negeri itu menunjukkan fasilitas dan layanan kesehatan yang disediakan pemerintah daerah telah dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.
“Artinya akses dan kualitas layanan kesehatan di KLU betul-betul sudah dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Bahrudin, salah satu faktor utama yang mengantarkan Lombok Utara meraih penghargaan nasional adalah komitmen kuat Bupati Najmul Akhyar dan Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri dalam mendukung sektor kesehatan.
Ia menyebut pimpinan daerah selalu menekankan agar pelayanan kesehatan diberikan secara adil kepada seluruh warga tanpa membedakan latar belakang ekonomi.
“Tidak boleh membedakan antara yang miskin dan kaya, yang mampu maupun tidak mampu. Semua harus mendapatkan pelayanan yang terbaik,” katanya.
Selain komitmen pemerintah daerah, capaian Universal Health Coverage (UHC) juga menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat.
Saat ini cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Lombok Utara telah mencapai 100 persen sehingga seluruh masyarakat memiliki jaminan kesehatan.
Tak hanya itu, KLU juga dinilai berhasil menjalankan berbagai program kesehatan nasional, mulai dari percepatan penurunan stunting hingga eliminasi malaria.
“Kita sudah menerima penghargaan dari Kementerian Kesehatan RI karena berhasil mengeliminasi malaria. Saat ini kami juga sedang fokus pada program eliminasi TBC yang menjadi target nasional sampai tahun 2030,” jelasnya.
Menurut Bahrudin, penghargaan tersebut tidak hanya melihat hasil akhir, tetapi juga menilai proses dan upaya pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat.
Ia menegaskan capaian tersebut tidak terlepas dari kerja keras tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD, puskesmas, pustu hingga fasilitas kesehatan lainnya.
“Mereka terus berjibaku memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi masyarakat meskipun menghadapi berbagai tantangan di lapangan,” katanya.
Bahrudin berharap penghargaan yang diraih tidak membuat jajaran kesehatan cepat berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Mempertahankan prestasi jauh lebih sulit daripada meraihnya. Karena itu kami berharap seluruh SDM kesehatan terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutupnya.




























