Lombokvibes.com, Lombok Utara – Di balik prestasi sebagai daerah terbaik nasional dalam akses dan kualitas layanan kesehatan, Kabupaten Lombok Utara masih memiliki pekerjaan rumah dalam pemerataan fasilitas kesehatan.
Salah satu yang kini didorong Dinas Kesehatan KLU adalah pembangunan rumah sakit di Kecamatan Bayan serta fasilitas kesehatan di kawasan Gili Trawangan.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin, mengatakan keberadaan rumah sakit baru sangat dibutuhkan untuk mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah timur dan tengah Lombok Utara.
Saat ini, Kabupaten Lombok Utara baru memiliki satu rumah sakit sehingga sejumlah layanan kesehatan masih mengalami antrean cukup panjang.
“Kita masih punya PR yaitu menyiapkan rumah sakit di Bayan agar akses pelayanan kesehatan lebih dekat bagi masyarakat bagian timur dan tengah Lombok Utara,” ujarnya.
Menurut Bahrudin, kebutuhan rumah sakit baru semakin mendesak karena jumlah tenaga kesehatan yang tersedia dinilai sudah cukup memadai, sementara fasilitas kesehatan masih terbatas.
Pembangunan RS Bayan sendiri bukan rencana baru. Dalam proses perencanaannya, rumah sakit tersebut dirancang sebagai rumah sakit tipe D. Pemerintah Kabupaten Lombok Utara sebelumnya juga telah menyiapkan dokumen feasibility study (FS), master plan, hingga detail engineering design(DED).
Pemkab KLU juga sebelumnya mengajukan anggaran sekitar Rp145 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan gedung RS Bayan.
Kini, Dinkes KLU berharap proses tersebut berlanjut hingga tahap pembangunan fisik.
“Mudah-mudahan tahun 2027 rumah sakit di Bayan bisa dibangun. Kita sudah mendapatkan rekomendasi dan lampu hijau terkait kebutuhan fasilitas kesehatan tersebut,” kata Bahrudin.
Jika terealisasi, RS Bayan akan memperkuat akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah timur Lombok Utara, sekaligus membantu mengurangi beban pelayanan pada satu-satunya rumah sakit yang saat ini tersedia di daerah tersebut.
Selain RS Bayan, Pemkab Lombok Utara juga menyiapkan fasilitas kesehatan di kawasan Gili Indah yang dipusatkan di Gili Trawangan.
Rencana tersebut juga masuk dalam agenda pembangunan daerah dan sebelumnya disebut sebagai salah satu proyek prioritas KLU bersama pembangunan RSU Bayan.
Bahrudin mengatakan fasilitas kesehatan di Gili Trawangan penting mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi wisata utama Lombok Utara dengan aktivitas masyarakat dan wisatawan yang cukup tinggi.
“Kami juga sudah mendapatkan persetujuan untuk menyiapkan fasilitas kesehatan di Gili Trawangan. Harapannya masyarakat dan wisatawan bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan cepat,” jelasnya.
Dengan adanya fasilitas kesehatan di Gili Trawangan, kebutuhan pelayanan medis dasar di kawasan wisata tersebut diharapkan dapat ditangani lebih cepat tanpa selalu bergantung pada fasilitas kesehatan di daratan Lombok Utara.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga mulai memperluas akses pelayanan melalui keterlibatan fasilitas kesehatan swasta.
Sejak 2025, klinik-klinik swasta di Lombok Utara mulai dilibatkan dalam pelayanan kesehatan, termasuk bagi peserta BPJS Kesehatan yang terdaftar di fasilitas tersebut.
“Pelayanan kesehatan tidak hanya dilakukan oleh fasilitas pemerintah, tetapi juga melibatkan fasilitas kesehatan swasta agar masyarakat memiliki lebih banyak pilihan layanan,” katanya.
Bahrudin berharap dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi pembangunan fasilitas kesehatan baru tersebut.
Menurutnya, penambahan fasilitas kesehatan menjadi bagian penting dalam memperluas akses layanan sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat Lombok Utara yang terus berkembang.




























