KLU siapkan Puskesmas di Gili Indah, ambulans listrik darurat mulai dikaji

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai memperkuat layanan kesehatan dan sistem kegawatdaruratan di kawasan tiga gili. Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan fasilitas kesehatan di Desa Gili Indah serta pengkajian pengadaan ambulans listrik untuk kebutuhan evakuasi darurat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penyediaan Transportasi Kegawatdaruratan yang digelar Pemkab KLU bersama Gili Emergency di Anema Resort, Tanjung, Senin (31/8/2026). Kegiatan itu dibuka langsung oleh Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH.

Dalam arahannya, Bupati Najmul menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan wisatawan di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, keberadaan klinik saat ini belum cukup untuk menjawab kebutuhan layanan kesehatan di kawasan wisata tersebut.

“Insya Allah dalam waktu dekat saya sudah memerintahkan Kadis Kesehatan untuk segera menyiapkannya. Ini langkah nyata pemerintah memberikan pelayanan prima bagi warga Trawangan, Meno, dan Air,” kata Najmul.

Ia mengungkapkan fasilitas kesehatan di Desa Gili Indah perlu ditingkatkan statusnya menjadi puskesmas atau mini hospital agar penanganan pasien dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus selalu dirujuk ke daratan Lombok.

Selain fasilitas kesehatan, Najmul juga menyoroti pentingnya ketersediaan transportasi kegawatdaruratan. Menurutnya, hingga saat ini keberadaan ambulans laut yang dapat digunakan untuk evakuasi pasien belum terlihat optimal.

“Momentum rakor ini menjadi waktu yang tepat untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap keselamatan masyarakat di tiga gili,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, Gili Emergency kembali mengusulkan pengadaan ambulans listrik sebagai sarana evakuasi darurat di kawasan bebas kendaraan bermotor itu. Menanggapi usulan tersebut, Najmul menyatakan pemerintah daerah membuka ruang pembahasan lebih lanjut dengan tetap mempertimbangkan aspek regulasi dan kondisi sosial masyarakat.

“Jika nanti diizinkan, kita harus memadukannya dengan regulasi yang ada maupun norma sosial di wilayah tersebut,” tegasnya.

Menurut Najmul, keberadaan fasilitas kesehatan yang memadai dan sistem transportasi darurat yang cepat menjadi kebutuhan penting seiring upaya pemerintah pusat menjadikan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air sebagai kawasan wisata nasional yang semakin kompetitif.

Sementara itu, Direktur Klinik Gili Emergency, dr. Nasrullah, mengatakan saat ini masih terdapat keterbatasan sarana transportasi darurat yang sesuai dengan karakteristik wilayah tiga gili. Padahal kebutuhan evakuasi pasien yang cepat, nyaman, dan ramah lingkungan terus meningkat.

“Urgensi penyediaan sarana evakuasi yang memadai, nyaman, ramah lingkungan, dan cepat diakses sangat dibutuhkan,” katanya.

Menurut Nasrullah, ambulans listrik dinilai menjadi solusi yang paling sesuai untuk kawasan Gili Indah yang selama ini menerapkan pembatasan kendaraan bermotor berbahan bakar fosil.

Ia berharap rakor tersebut dapat menghasilkan keputusan konkret terkait operasional ambulans listrik untuk pelayanan kegawatdaruratan.

“Jika pun ambulans ini diizinkan beroperasi, kami sama sekali tidak meminta biaya transportasi. Layanan ini akan digratiskan bagi seluruh masyarakat maupun pelaku wisata,” tegasnya.

Rakor tersebut menjadi langkah awal memperkuat sistem layanan kesehatan dan evakuasi darurat di kawasan tiga gili yang setiap tahun menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *