Lombokvibes.com, Mataram– Kemacetan yang kerap terjadi di Simpang Empat Rembiga, Kota Mataram, mendapat perhatian serius dari Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal dan Wali Kota Mataram Mohan Roliskana. Keduanya turun langsung meninjau lokasi pada jam sibuk sore hari, Senin (31/8/2026), untuk melihat kondisi lalu lintas sekaligus mengevaluasi efektivitas penataan yang telah dilakukan.
Sekitar pukul 17.15 WITA, Gubernur Iqbal dan Wali Kota Mohan mengamati pergerakan kendaraan dari berbagai arah di kawasan yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Mataram. Mereka juga meninjau penggunaan water barrier yang dipasang untuk membantu mengatur arus kendaraan.
Peninjauan dilakukan guna memperoleh gambaran langsung kondisi di lapangan sehingga solusi yang diambil benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat.
Menurut Gubernur Iqbal, persoalan kemacetan di Rembiga bukanlah masalah baru. Karena itu, diperlukan langkah yang efektif dan dapat diterapkan secara nyata untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Dari sejumlah upaya yang telah dilakukan, penggunaan water barrier dinilai cukup membantu memperlancar arus lalu lintas. Namun demikian, ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus tetap mempertimbangkan kepentingan warga sekitar.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita mencari solusi bersama. Kita ingin lalu lintas lancar, tetapi pada saat yang sama kepentingan masyarakat juga harus kita perhatikan,” ujar Iqbal.
Gubernur juga menyoroti adanya pembongkaran water barrier oleh sebagian warga. Menurutnya, persoalan tersebut sebaiknya diselesaikan melalui dialog dan musyawarah agar penataan lalu lintas tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Tak hanya memantau kondisi jalan, Gubernur dan Wali Kota juga menyempatkan diri berjalan kaki menyusuri kawasan Rembiga untuk berdialog dengan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mereka mendengarkan langsung berbagai aspirasi terkait dampak penataan lalu lintas terhadap aktivitas ekonomi warga.
Iqbal menegaskan bahwa penanganan kemacetan tidak boleh hanya berfokus pada kelancaran kendaraan semata. Kawasan Rembiga juga merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang perlu dijaga keberlangsungannya.
Karena itu, pemerintah berupaya menghadirkan solusi yang mampu menyeimbangkan kepentingan pengguna jalan dengan kebutuhan pelaku usaha di sekitar kawasan tersebut.
Sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kota Mataram diharapkan mampu menghasilkan penataan lalu lintas yang lebih efektif, sekaligus tetap mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.




























