Lombokvibes.com, Lombok Utara – Wakil Ketua Komisi X DPR RI H. Lalu Hadrian Ifrani menyoroti persoalan kelangkaan LPG dan BBM yang terjadi di tengah masyarakat Lombok Utara.
Miq Ari yang juga merupakan Ketua DPW PKB NTB itu menegaskan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) harus hadir langsung di tengah masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam membantu warga menghadapi kesulitan.
Penegasan itu ia disampaikan saat memberikan sambutan pada Musyawarah Cabang (Muscab) PKB Kabupaten Lombok Utara tahun 2026 yang digelar di Bay Marina, Rabu (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Miq Ari menyebut kader PKB tidak boleh hanya menjadi penonton ketika masyarakat menghadapi persoalan, termasuk kelangkaan LPG dan BBM yang belakangan terjadi di Lombok Utara.
“Kader-kader PKB wajib turun ke masyarakat dalam kondisi apapun. Contohnya di KLU terjadi kelangkaan LPG dan BBM, maka kita harus turun ke masyarakat dan pemerintah daerah untuk mendorong adanya solusi,” tegasnya.
Ia menekankan kader PKB harus berada di barisan terdepan dalam membantu masyarakat serta memfasilitasi kebutuhan warga agar dapat keluar dari berbagai kesulitan yang dihadapi.
“Kader-kader PKB harus turun menjadi yang terdepan membantu masyarakat kita, memfasilitasi masyarakat kita agar bisa keluar dari kesulitan. Tidak hanya soal LPG dan BBM, tapi juga soal pendidikan dan persoalan lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran kader di tengah masyarakat menjadi kunci agar PKB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Ia bahkan menegaskan ketika masyarakat mengalami kesulitan, maka PKB harus menjadi pihak pertama yang diingat.
“Jadi ketika masyarakat kesulitan, mereka harus ingat PKB. Jika masyarakat minta tolong, jawabannya adalah siap,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh kader untuk tidak ragu bergerak cepat membantu masyarakat serta menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah guna mencari solusi konkret atas persoalan yang terjadi.
Lalu Hadrian Ifrani berharap melalui Muscab PKB KLU 2026, seluruh kader semakin solid dan memperkuat peran sosial politik partai di tengah masyarakat, khususnya dalam merespons persoalan riil seperti kelangkaan LPG, BBM, hingga isu pendidikan yang masih dihadapi warga Lombok Utara.




























