Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bergerak cepat mencari solusi atas krisis air bersih yang melanda kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan sekitarnya. Gangguan pasokan air yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak hanya berdampak pada kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mengganggu aktivitas pariwisata yang menjadi tulang punggung ekonomi kawasan tersebut.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, memastikan pemerintah sedang berkoordinasi dengan pemerintah pusat, pihak swasta, serta berbagai pemangku kepentingan untuk mengembalikan suplai air bersih yang terhenti akibat persoalan regulasi dan hukum.
Pernyataan itu disampaikan Miq Iqbal saat mengunjungi Gili Meno bersama Putri Mahkota Swedia, Victoria Ingrid Alice Desiree, Minggu (6/9/2026).
Menurutnya, persoalan yang terjadi tidak bisa diselesaikan secara sederhana karena berkaitan dengan aspek lingkungan dan proses hukum yang sedang berjalan. Meski demikian, pemerintah menilai kebutuhan air masyarakat dan keberlangsungan sektor pariwisata harus tetap menjadi prioritas.
“Dua hari lalu saya sudah berbicara langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup untuk menjelaskan situasi kedaruratan ini. Suplai air harus tetap berjalan karena menyangkut kehidupan masyarakat, pelayanan publik, dan keberlangsungan sektor pariwisata,” ujar Iqbal.
Sebagai langkah darurat, Pemprov NTB mengusulkan adanya diskresi agar jaringan air yang telah tersedia dapat kembali dioperasikan sementara waktu. Opsi tersebut dinilai menjadi solusi tercepat sambil proses penyelesaian regulasi dan persoalan hukum dilakukan sesuai ketentuan.
Iqbal mengungkapkan bahwa Menteri Lingkungan Hidup telah menyatakan komitmennya untuk membantu mencarikan jalan keluar. Pemprov NTB juga akan segera menindaklanjuti melalui koordinasi dan surat resmi antarlembaga.
“Kami akan segera mencarikan jalan keluarnya. Kami akan berkomunikasi dengan pihak swasta dan menyelesaikan berbagai persoalan regulasi yang terkait untuk memastikan air bisa segera mengalir kembali,” katanya.
Pemerintah menargetkan pasokan air bersih dapat kembali mengalir dalam satu hingga dua hari ke depan sebagai solusi awal untuk memenuhi kebutuhan warga dan wisatawan di kawasan terdampak.
Sementara menunggu normalisasi jaringan, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus melakukan distribusi air bersih menggunakan armada tangki guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha pariwisata.
Gubernur NTB juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan yang terdampak gangguan layanan tersebut.
“Kami mohon maaf kepada masyarakat, pelaku pariwisata, dan para wisatawan yang terganggu. Pemerintah berkomitmen untuk segera menyelesaikan persoalan ini,” ujarnya.
Menurut Iqbal, mengoperasikan kembali jaringan yang sudah tersedia merupakan langkah paling realistis untuk jangka pendek. Namun, solusi permanen tetap diperlukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.
Pemprov NTB menegaskan penyelesaian masalah air bersih di kawasan Gili harus mampu menjawab dua kebutuhan sekaligus, yakni menjamin hak masyarakat atas air bersih serta menjaga keberlanjutan pariwisata, tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan kepastian hukum.
Koordinasi intensif dengan pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, pihak swasta, dan berbagai pihak terkait akan terus dilakukan hingga layanan air bersih di kawasan wisata unggulan tersebut kembali pulih sepenuhnya.




























