Pelajaran dari Gempa NTT: Respons cepat NTB jadi contoh solidaritas antar wilayah 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi ujian besar bagi penanganan kebencanaan di kawasan timur Indonesia. Namun di balik musibah tersebut, muncul pelajaran berharga tentang pentingnya kecepatan respons, solidaritas, dan kolaborasi lintas daerah.

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu daerah yang bergerak paling cepat merespons bencana tersebut. Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah rapat koordinasi digelar di Pendopo Gubernur NTB, Tim Solidaritas KR-BNN NTB berhasil dibentuk dan diberangkatkan menuju wilayah terdampak di Flores.

Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengambil keputusan cepat dengan menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk menyiapkan tenaga medis, logistik, ambulans, dapur umum lapangan, hingga alat berat guna membantu masyarakat terdampak gempa.

“NTB pernah merasakan bagaimana beratnya menghadapi bencana besar saat Gempa Lombok 2018. Pengalaman itulah yang menjadi dasar semangat untuk hadir membantu saudara-saudara di NTT,” ujar Miq Iqbal.

Tim yang diberangkatkan terdiri dari dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, apoteker, psikolog, hingga tenaga teknis kebencanaan. Mereka berasal dari Dinas Kesehatan NTB, rumah sakit lingkup Pemprov NTB, RS Universitas Mataram, hingga Dinas Kesehatan Kota Mataram.

Selain personel, berbagai bantuan seperti beras, bahan makanan, obat-obatan, tenda, selimut, matras, kebutuhan bayi dan perempuan, hingga perlengkapan kesehatan juga dikirim ke lokasi terdampak.

Menginap di Posko Bersama Relawan

Beberapa hari setelah tim bergerak, Gubernur NTB menyusul ke lokasi bencana. Bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, ia meninjau sejumlah titik pengungsian di Kabupaten Manggarai Timur yang menjadi salah satu wilayah terdampak paling parah.

Miq Iqbal memilih menginap di Posko Utama Tim Solidaritas NTB di Dusun Dampe, Desa Satar Pudut, Kecamatan Lamba Leda Utara. Di lokasi tersebut, ia mengikuti evaluasi bersama relawan dan petugas yang telah bekerja selama berhari-hari melayani masyarakat terdampak.

Tidak hanya meninjau kondisi pengungsi, Gubernur NTB juga membagikan bantuan kepada anak-anak, menyapa warga, serta mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

KR-BNN Tunjukkan Makna Persaudaraan

Bencana gempa NTT juga memperlihatkan kuatnya kerja sama regional Bali–NTB–NTT (KR-BNN). Gubernur Bali I Wayan Koster, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal, dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena bertemu langsung di Posko Utama Penanganan Gempa untuk memastikan bantuan dan koordinasi berjalan optimal.

Ketiga daerah menunjukkan bahwa kerja sama regional tidak hanya hadir dalam dokumen dan kesepakatan, tetapi juga dalam aksi nyata saat salah satu wilayah mengalami musibah.

Pelajaran Penting untuk NTB

Dari misi kemanusiaan tersebut, NTB membawa pulang banyak pelajaran penting. Mulai dari pentingnya memperbarui data personel kebencanaan, mempercepat mobilisasi tenaga medis, memperkuat jalur distribusi logistik, hingga mempererat koordinasi antara pemerintah, relawan, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

Menurut Miq Iqbal, pengalaman menghadapi Gempa Lombok 2018 tidak boleh membuat NTB merasa cukup siap. Kesiapsiagaan harus terus diperkuat karena dalam situasi darurat, kecepatan sering menjadi faktor penentu keselamatan masyarakat.

“Ketika bencana datang, yang paling dibutuhkan masyarakat bukan hanya bantuan, tetapi juga kepastian bahwa mereka tidak sendirian,”pesannya.

Gempa M7,7 NTT memang meninggalkan duka bagi ribuan warga terdampak. Namun di saat yang sama, bencana itu juga menunjukkan bahwa solidaritas dan kepedulian antardaerah mampu memperpendek jarak, menguatkan harapan, dan membantu masyarakat bangkit kembali dari keterpurukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!