Lombokvibes.com, Mataram— Pulau Lombok bersiap jadi tuan rumah ajang bergengsi para dokter spesialis anestesia dan terapi intensif se-Indonesia. Event nasional bertajuk Indonesian National Anesthesia and Intensive Care Annual Scientific Meeting (Inasia) ke-8 ini akan digelar pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026, menghadirkan para ahli anestesia dan perawatan intensif dari dalam maupun luar negeri.
Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. Lalu Muhamad Iqbal, menyebut momen ini sebagai kesempatan emas untuk menunjukkan kemampuan NTB dalam menggelar event berkelas sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai destinasi unggulan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).
“Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh acara ini. Selain berdampak positif bagi pengembangan SDM di bidang kesehatan, kegiatan berskala nasional seperti Inasia juga sejalan dengan upaya kami memperkuat sektor pariwisata melalui MICE tourism,” ujar Gubernur Iqbal saat menerima audiensi pengurus Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesia dan Terapi Intensif Indonesia (Perdatin) NTB dan Indonesia Society of Intensivist Anesthesiologist (ISIA) di Kantor Gubernur NTB, Selasa (22/10).
Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal itu juga meminta panitia berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pariwisata NTB agar pelaksanaan Inasia berjalan optimal dan memberi dampak nyata bagi tenaga medis, masyarakat, serta sektor ekonomi daerah.
Ketua Perdatin NTB, Dr. H. Suriyadi, menyambut penuh semangat kepercayaan yang diberikan kepada NTB sebagai tuan rumah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar forum ilmiah, melainkan juga ruang untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Lombok kepada peserta dari seluruh Indonesia dan mancanegara.
“Ini momentum berharga bagi NTB, tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tenaga medis, tetapi juga memperkenalkan budaya dan pariwisata kita kepada tamu dari berbagai daerah,” ungkapnya.
Dengan dukungan penuh Pemerintah Provinsi NTB, pelaksanaan Inasia ke-8 di Lombok diharapkan berjalan sukses, berkesan, dan membawa manfaat jangka panjang—baik bagi dunia medis maupun pariwisata daerah. Lombok kembali membuktikan diri sebagai panggung yang ideal untuk event nasional sekaligus simbol sinergi antara ilmu pengetahuan dan keindahan alam.




























