Lombokvibes.com, Lombok Utara — Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus mematangkan rencana pembangunan RSUD Bayan sebagai upaya memperkuat layanan kesehatan di wilayah timur.
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. Lalu Bahrudin, menegaskan bahwa berbagai aspek strategis mulai dari dokumen perencanaan hingga kesiapan sumber daya manusia (SDM) kini tengah disiapkan secara serius.
Menurutnya, pembangunan RSUD Bayan telah disesuaikan dengan hasil feasibility study (FS), master plan, serta dokumen engineering design (DED). Hal ini menjadi dasar penting sebelum pengajuan anggaran ke pemerintah pusat.
“Menyesuaikan terkait dengan FS-nya, master plan, sama terkait DED. Jadi semua sudah kita siapkan sebagai dasar perencanaan pembangunan,” ujar dr. Lalu Bahrudin kepada lombokvibes (18/3/026).
Dari sisi SDM, ia optimistis kebutuhan tenaga kesehatan untuk rumah sakit tipe D tersebut dapat terpenuhi. Terlebih, jumlah tenaga perawat dan non-medis di Lombok Utara dinilai sudah cukup memadai.
“Kalau SDM, kita lihat di Lombok Utara ini sudah bisa memenuhi nanti di RSUD Bayan, apalagi kan rumah sakit tipe D. Sudah mencukupi,” jelasnya.
Namun, ia mengakui tantangan ke depan tidak bisa dianggap ringan, terutama dalam hal pemenuhan dokter spesialis yang masih terbatas.
“Mungkin menjadi tantangan ke depan, kalau perawat dan non-medis sudah banyak di KLU, tapi tantangannya nanti persiapan dokter spesialis,” katanya.
Di sisi lain, tren positif mulai terlihat dari meningkatnya minat masyarakat Lombok Utara untuk menempuh pendidikan di bidang kesehatan. Hal ini dinilai sebagai modal penting untuk keberlanjutan layanan kesehatan di daerah.
“Antusias masyarakat KLU untuk kuliah di bidang kesehatan itu semakin tinggi. Kalau dokter juga banyak yang menyekolahkan dirinya,” ungkapnya.
Ia pun mengajak para tenaga medis asal Lombok Utara yang saat ini sedang menempuh pendidikan atau bekerja di luar daerah agar kembali dan berkontribusi membangun daerah.
“Harapan saya kepada tenaga dokter yang masih sekolah di luar, khususnya tenaga medis, dokter, perawat, mari kembali ke daerah untuk bangun KLU. Boleh untuk sementara cari pengalaman di luar, tapi ayolah kembali,” tegasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyiapkan strategi untuk menarik minat tenaga kesehatan, salah satunya melalui dukungan anggaran yang memadai, termasuk untuk tunjangan.
“Yang penting nanti kita menyiapkan anggaran. Kalau anggaran banyak artinya tunjangan, saya yakin banyak yang berminat. Kabupaten/kota lain juga pasti mau masuk,” katanya.
Dalam tahap selanjutnya, setelah seluruh dokumen rampung, Pemkab KLU akan mengajukan proposal pendanaan ke Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pekerjaan Umum. Total anggaran yang diajukan untuk pembangunan RSUD Bayan mencapai Rp145 miliar.
“Setelah penyiapan dokumen, kita akan mengajukan ke Kementerian Kesehatan, Kementerian PU, karena anggaran ini dari mereka. Besaran anggaran yang kita ajukan Rp145 miliar untuk bangunan,” jelasnya.
Pembangunan RSUD Bayan dinilai sangat mendesak mengingat kebutuhan layanan kesehatan di wilayah timur Lombok Utara yang terus meningkat, termasuk pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) yang menjadi prioritas.
“Kita lihat memang dari segi layanan, di wilayah timur (Bayan) itu sangat membutuhkan. KIA ini harus kita lakukan,” tutupnya.




























