Lombokvibes.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi menjalin kolaborasi strategis dengan Universitas Mataram (Unram) untuk memperkuat pelaksanaan Program Desa Berdaya. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, dan Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, di Ruang Sidang Senat Unram, Kamis (9/7/2026).
Kolaborasi ini mengintegrasikan Program Desa Berdaya milik Pemprov NTB dengan Program Profesor Berdampak yang dikembangkan Universitas Mataram. Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 120 profesor yang tergabung dalam 22 kelompok akan diterjunkan untuk mendampingi pengembangan desa-desa di NTB.
Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan penandatanganan MoU tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi dalam mendorong pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.
“Dengan ilmu para guru besar dan profesor, kami berharap dapat membantu menyukseskan program-program pembangunan pemerintah, terutama Program Desa Berdaya yang sedang kami gencarkan saat ini,” ujar Iqbal.
Menurutnya, persoalan kemiskinan ekstrem yang masih ditemukan di sejumlah desa di NTB membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sosial, masyarakat juga memerlukan pendampingan, inovasi, dan penguatan kapasitas ekonomi agar mampu mandiri.
“Saat turun ke desa dan bertemu langsung dengan warga, kita menyadari bahwa mereka membutuhkan lebih dari sekadar jaring pengaman sosial. Mereka membutuhkan inspirasi dan pendampingan untuk mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki,” katanya.
Iqbal berharap para profesor dan guru besar Unram dapat menghadirkan berbagai inovasi berbasis riset yang mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi desa melalui pengembangan potensi dan produk unggulan lokal.
Sementara itu, Rektor Universitas Mataram, Prof. Sukardi, menegaskan kesiapan penuh civitas akademika Unram untuk mendukung pembangunan daerah melalui Program Profesor Berdampak.
Ia menjelaskan, program tersebut dirancang agar hasil riset dan keilmuan para profesor tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan solusi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, dunia usaha, dan pemerintah daerah.
“Hari ini kami menunjukkan komitmen. Saya percaya dengan para profesor senior kita. Program ini direncanakan berjalan selama tiga tahun dengan target utama menghasilkan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain melibatkan 120 profesor, Unram juga berencana memperluas dukungan terhadap Program Desa Berdaya dengan melibatkan dosen serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada tahun mendatang.
“Harapan kami pendampingan ini semakin intensif. Selain para profesor, tahun depan kami akan melibatkan para dosen serta mahasiswa KKN untuk memperkuat ekosistem Desa Berdaya,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, Pemprov NTB dan Universitas Mataram berharap ilmu pengetahuan dan hasil riset akademik dapat menjadi solusi konkret bagi berbagai persoalan di desa, sekaligus mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat NTB.




























