Lombokvibes.com, Lombok Utara — Polemik trofi dan hadiah Liga 4 PSSI NTB memantik kritik keras dari Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Lombok Utara (KLU), Budiawan SH.
Ia menilai penghargaan yang diberikan kepada juara jauh dari kata layak, bahkan disebut mirip piala turnamen tingkat kampung.
“Perihal trophy dan hadiah Liga 4 PSSI NTB ini sangat-sangat mengecewakan. Trophy yang diberikan kepada juara jauh dari kata layak. Trophy yang diberikan kepada juara ini mirip dengan liga RT, menyambut 17-an atau menyambut Maulid,” ujarnya kepada lombokvibes (12/2/2026).
Menurutnya, trofi yang dinilai tidak pantas tersebut menjadi pemicu utama viralnya perbincangan di publik. Ia menilai, klub yang telah berjuang sepanjang kompetisi semestinya mendapatkan penghargaan yang bermartabat.
“Terhadap piala atau trophy yang diberikan, ini menjadi viral karena memang sangat-sangat mengecewakan,” ujarnya.
Lebih jauh, ia juga menyoroti soal hadiah bagi para juara yang disebut tidak pernah jelas dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengingatkan bahwa Liga 4 dan kompetisi di bawahnya adalah ruang pembinaan sepak bola daerah yang seharusnya ditopang dengan perhatian serius dari Asprov PSSI NTB.
“Beberapa tahun terakhir ini kami memang melihat Asprov hanya menyelenggarakan kewajiban sebagai penyelenggara Liga 4, tetapi bentuk sumbangsih atau reward kepada juara tidak ada sama sekali,” katanya.
Ia menyebut kondisi tersebut menjadi catatan penting agar Asprov PSSI NTB benar-benar siap, bukan sekadar menjalankan program formal kompetisi.
“Ini menjadi catatan kepada Asprov ke depannya supaya betul-betul siap untuk menyelenggarakan Liga 4. Karena yang kami lihat, antara PSSI NTB selaku regulator kepada klub ini nyaris hanya sebatas program ini dijalankan. Tetapi di satu sisi, perhatian kepada klub tidak ada sama sekali,” lanjutnya.
Ia juga menyinggung fakta bahwa dalam beberapa musim terakhir, hadiah juara disebut nihil, termasuk pada kompetisi sebelumnya.
“Beberapa tahun terakhir, seperti di Liga 3, tidak ada hadiah,” ungkapnya.
Kritik tersebut juga mengarah pada aspek finansial penyelenggaraan Liga 4 NTB tahun ini, mengingat animo penonton yang disebut sangat tinggi dan harga tiket yang mengalami kenaikan.
“Liga 4 tahun ini animo penonton itu luar biasa. Harga tiket dinaikkan dari Rp10 ribu ke Rp20 ribu. Kemanakah biaya tiket itu? Masa pembelian hadiah atau trophy begini? Ini sangat-sangat kita sayangkan,” katanya.
Ia menegaskan, minimal penghargaan untuk juara harus dibuat lebih layak sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan klub selama kompetisi berlangsung.
“Paling tidak dihargai para juara dalam bentuk trophy yang agak memuaskan klub,” ucapnya.
Selain trofi dan hadiah, Budiawan juga menyoroti beredarnya flyer atau stiker di media sosial yang menyebut hadiah bagi para juara, dengan mencantumkan gambar Gubernur NTB. Menurutnya, informasi tersebut telah menjadi viral dan harus segera diluruskan agar tidak menimbulkan polemik berkepanjangan.
“Harus diluruskan juga harus diberikan penjelasan terkait dengan beredarnya flyer atau stiker yakni hadiah bagi para juara, yang bergambar Gubernur NTB. Itu sekarang viral. Itu perlu diluruskan. Harus ada klarifikasi,” tegasnya.
Ia berharap Asprov PSSI NTB melakukan evaluasi menyeluruh, memperbaiki kualitas penyelenggaraan, serta membangun sistem penghargaan yang layak bagi klub. Menurutnya, pembenahan itu penting agar kompetisi berjalan sehat, berkelas, dan memberikan kepuasan bagi masyarakat serta klub peserta.
“Oleh karena itu, ke depan Asprov NTB berbenah lah, supaya penyelenggaraan ke depan jadi lebih baik. Sukses dan masyarakat termasuk klub bisa puas,” tutupnya.
Sementara itu, hingga berita ini dimuat, Asprov PSSI NTB belum memberikan keterangan resmi.








































