Lombokvibes.com, Lombok Utara – Semangat membangkitkan kembali kejayaan bola voli di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus digaungkan. Sebanyak 49 klub dipastikan ambil bagian dalam ajang Kapolres KLU Cup 2026, sebuah turnamen terbuka yang tidak hanya menjadi panggung kompetisi olahraga, tetapi juga simbol penguatan sinergi antar desa, aparat, dan seluruh stakeholder di daerah.
Ketua PBVSI KLU, Artadi, mengatakan turnamen ini menjadi bagian dari komitmen PBVSI dalam menghidupkan kembali atmosfer voli di seluruh desa se-KLU. Menurutnya, sejak dirinya dilantik sebagai Ketua PBVSI KLU, berbagai agenda turnamen terus digelar secara berkelanjutan.
“Ada 49 klub yang akan ikut meramaikan Kapolres KLU Cup 2026. Tujuan kita untuk membangkitkan kembali pervolian di semua desa se-KLU,” ujar Artadi.
Ia menjelaskan, selama masa kepemimpinannya, PBVSI KLU telah tiga kali menggelar open turnamen voli. Turnamen pertama dilaksanakan di Desa Anyar, Kecamatan Bayan. Selanjutnya digelar turnamen antar pelajar di Lapangan Tanjung, dan saat ini tengah berlangsung Open Turnamen Voli APAN Baya Cup.
“Setelah ini kita lanjut lagi Kapolres KLU Cup, kemudian PBVSI KLU juga akan mengadakan lagi open turnamen voli di Kecamatan Tanjung,” katanya.
Artadi menegaskan, PBVSI KLU tidak ingin geliat voli hanya berlangsung sesaat. Karena itu, pihaknya telah menyiapkan langkah jangka panjang dengan membangun fasilitas yang lebih representatif.
“Kalau tidak ada kendala, tahun ini kita bangun lapangan voli di Tanjung. Tempat itu nanti bisa digunakan untuk open turnamen, bahkan bisa digelar malam hari seperti yang dilakukan kabupaten dan kota lain,” ungkapnya.
Tak hanya itu, PBVSI KLU juga menargetkan setiap kecamatan nantinya menjadi tuan rumah turnamen secara bergiliran agar pembinaan dan antusiasme masyarakat terhadap olahraga voli terus tumbuh merata.
“Kedepan kita targetkan setiap kecamatan bisa mengadakan pertandingan secara bergiliran,” tambah Artadi.
Turnamen Kapolres KLU Cup 2026 sendiri dipastikan berlangsung meriah. Dari total 49 klub peserta, sebanyak 45 klub merupakan perwakilan desa se-KLU. Sementara empat klub lainnya berasal dari unsur TNI, Polres, Mako Brimob, Pemda, gabungan Kapolsek se-KLU, serta PBVSI KLU.
Ajang ini juga memperebutkan trofi, piala bergilir, sertifikat, serta total hadiah mencapai Rp28 juta.
“Ini pertama kali diadakan oleh Kapolres KLU, terlebih dengan melibatkan semua kepala desa se-KLU,” jelas Artadi.
Menurutnya, turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan ruang membangun kolaborasi dan mempererat hubungan antar unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Ini bagian dari membangun sinergitas antara semua kepala desa dengan Kapolres dan stakeholder yang ada di KLU, sekaligus sebagai ajang silaturahmi semua pihak,” tutupnya.




























