Dua event Lombok Utara masuk KEN 2026, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan siap menggema ke level nasional dan dunia

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menorehkan prestasi membanggakan di panggung pariwisata nasional. 

Dua event unggulan daerah, Gili Festival dan Maulid Adat Bayan, resmi lolos kurasi dan masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) 2026 Kementerian Pariwisata RI. Capaian ini menjadi bukti bahwa Lombok Utara bukan hanya kuat pada destinasi alam, tetapi juga kaya akan nilai budaya yang berkelas nasional bahkan internasional.

Kepala Dinas Pariwisata KLU, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, kepada lombokvibes menyebutkan, kepastian dua event ini diterima setelah Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara mengikuti pemaparan dan pengumuman secara daring melalui Zoom, sekaligus dikonfirmasi langsung oleh pihak event daerah dari Kementerian Pariwisata.

Kadispar Denda Dewi pun menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, sangat bersyukur. Ini merupakan hal luar biasa bagi kami di Kabupaten Lombok Utara. Di NTB, ada dua event yang kita usulkan dan keduanya lolos, yaitu Gili Festival dan Maulid Adat Bayan,” ujarnya, melalui saluran telepon (23/1/2026).

Ia menjelaskan, Gili Festival bukanlah nama baru dalam KEN. Event ini telah konsisten masuk selama empat tahun berturut-turut, menandakan kualitas penyelenggaraan dan daya tariknya yang terus terjaga.

“Gili Festival ini memang sudah beberapa tahun sebelumnya masuk KEN, dan sekarang sudah tahun keempat berturut-turut. Sementara Maulid Adat Bayan adalah usulan baru kita, dan alhamdulillah lolos kurasi,” katanya.

Menurut Denda, proses kurasi KEN bukanlah hal yang mudah. Setiap event harus melewati penilaian ketat dari tim kurator yang ditunjuk langsung oleh Kementerian Pariwisata, dengan mempertimbangkan kualitas konsep, keunikan budaya, keberlanjutan, serta dampak ekonomi dan promosi daerah.

“Maulid Adat Bayan ini lolos setelah melalui kurasi bersama perwakilan-perwakilan yang diutus langsung oleh Kementerian Pariwisata. Ini menunjukkan bahwa budaya kita benar-benar diakui memiliki nilai tinggi dan layak tampil di level nasional,” ungkapnya.

Masuknya dua event ini ke dalam KEN 2026 dinilai menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Lombok Utara sebagai destinasi yang tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga kekuatan tradisi dan budaya.

“Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita semua di Lombok Utara. Ini adalah salah satu upaya kita untuk mengenalkan destinasi, mengenalkan daerah kita, sekaligus mengenalkan event-event budaya agar bisa dikenal di tingkat nasional bahkan dunia,” ujar Denda.

Ia menegaskan bahwa KEN bukan sekadar kalender acara, tetapi etalase nasional pariwisata Indonesia. Event yang masuk ke dalamnya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, promosi lebih luas, dan potensi kunjungan wisatawan yang jauh lebih besar.

Harapan besar pun disematkan agar kepercayaan yang diberikan Kementerian Pariwisata dapat dijaga dengan baik.

“Tentunya harapan kami, amanat yang diberikan oleh Ibu Menteri Pariwisata RI bisa kita laksanakan sesuai dengan apa yang beliau harapkan. Event ini harus berjalan dengan sukses,” katanya.

Denda juga mengajak seluruh elemen masyarakat Lombok Utara untuk ikut mengawal dan mendukung pelaksanaan kedua event tersebut.

“Kami mohon dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat Lombok Utara, agar event ini bisa kita kawal bersama-sama. Sehingga tahun depan kita juga bisa kembali masuk ke KEN berikutnya,” tegasnya.

Ia menambahkan, dampak utama yang ingin dicapai bukan hanya soal prestise, tetapi juga peningkatan kunjungan wisatawan dan pergerakan ekonomi masyarakat.

“Harapan kita, wisatawan semakin banyak berkunjung, dan perekonomian masyarakat pasti akan ikut terdampak. Di situlah manfaat nyata dari event-event ini,” ucapnya.

Lebih jauh, Denda menegaskan bahwa Lombok Utara ingin menunjukkan identitasnya sebagai daerah yang unik dan berkarakter.

“Di sinilah kita menunjukkan bahwa Lombok Utara berbeda dari daerah lainnya. Bukan hanya destinasi yang kita unggulkan, tetapi juga keunikan dan nilai-nilai budaya yang tetap kita junjung tinggi dan kita lestarikan,” katanya.

Menurutnya, keberhasilan Gili Festival dan Maulid Adat Bayan masuk KEN juga menjadi bukti bahwa modernitas pariwisata bisa berjalan seiring dengan pelestarian budaya.

“Kita mampu mengkolaborasikan dalam bentuk sebuah event tanpa meninggalkan nilai budaya itu sendiri. Justru nilai budaya itulah yang menjadi kekuatan utama kita,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda Lombok Utara bisa menjadikan dua event ini sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang kolaborasi.

“Di sinilah nanti generasi-generasi kita akan memiliki semangat kolaborasi. Mereka bisa menampilkan rangkaian Gili Festival dan Maulid Adat Bayan dengan kualitas yang memang layak masuk KEN,” pungkasnya.

Dengan lolosnya dua event sekaligus ke KEN 2026, Lombok Utara semakin memantapkan diri sebagai daerah yang tidak hanya indah untuk dikunjungi, tetapi juga kaya makna untuk dikenang. Gili Festival dan Maulid Adat Bayan kini bukan sekadar agenda lokal, melainkan panggung kebanggaan daerah yang siap mengharumkan nama NTB di kancah nasional dan internasional.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *