Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendorong pemerintah daerah melalui dinas teknis terkait agar Parade Jong Bayan digelar sebagai agenda besar pada tahun 2026.
Event ini dirancang bukan sekadar perayaan budaya, melainkan atraksi wisata skala nasional yang ditargetkan mampu memecahkan Rekor MURI.
Anggota Komisi II DPRD KLU, Artadi, S.Sos., menegaskan pentingnya parade ini sebagai simbol kebanggaan daerah.
“Sudah saya sampaikan beberapa kali kepada Dinas Pariwisata dan Bidang Kebudayaan supaya pada tahun 2026 Parade Jong Bayan bisa dilaksanakan. Kita perlu menonjolkan entitas adat, budaya, dan pariwisata sebagai kekayaan daerah,” ujarnya saat saat diwawancarai Lombokvibes via WhatsApp (15/9/2025).
Parade Jong Bayan ditargetkan diikuti sedikitnya 2.500 peserta yang akan mengenakan pakaian adat khas Bayan. Jumlah besar ini diproyeksikan mampu mencatatkan nama Lombok Utara dalam Rekor MURI, sekaligus menjadi daya tarik wisata baru di NTB.
Artadi menambahkan, parade ini bisa disinergikan dengan agenda besar lainnya seperti Gili Festival atau peringatan HUT Lombok Utara 2026.
“Kita hadiahkan rekor ini kepada daerah dan masyarakat kita,” katanya.
Tak hanya menjadi panggung budaya, Parade Jong Bayan juga diyakini membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. Pengrajin tenun dan pelaku UMKM akan merasakan dampak langsung dengan meningkatnya permintaan produk lokal.
“Para pengrajin tenun bisa semakin semangat menenun, begitu juga pedagang UMKM akan lebih bergairah,” terang Artadi.
DPRD pun berkomitmen memberi dukungan penuh, termasuk dari sisi anggaran.
“Kami di DPRD, khususnya Badan Anggaran, sangat mendukung berapapun anggaran yang dipakai untuk kegiatan tersebut. Yang penting dinas itu serius,” tegasnya.
Menurutnya, jika Parade Jong Bayan terealisasi dengan baik, Lombok Utara tak hanya mendapat catatan sejarah baru melalui Rekor MURI, tetapi juga mampu menghadirkan wisatawan dari berbagai daerah hingga mancanegara.
“Saya yakin wisatawan pasti banyak yang hadir ke KLU, termasuk tamu-tamu dari pusat,” pungkasnya.




























