Lombokvibes.com, Lombok Utara– Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menghadiri penutupan Pesona Sinergi Bayan 2026, hasil kolaborasi mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan Karang Taruna Pelita Bayan di Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Sabtu (2/8/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Bayan Johansyah, Kepala Desa Bayan Satradi, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat, serta ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UGM yang telah memilih Desa Bayan dan Desa Senaru sebagai lokasi pengabdian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia itu memiliki peran strategis dalam memperkenalkan potensi Lombok Utara ke tingkat yang lebih luas.
“Ini sesuatu yang luar biasa dan membanggakan. Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa UGM yang telah memilih Bayan dan Senaru. Kalian telah membantu membawa dan mempromosikan Lombok Utara sehingga semakin dikenal,” ujarnya.
Wabup juga berharap pengalaman dan ilmu yang diperoleh mahasiswa selama menjalani KKN dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Apa yang diperoleh selama KKN agar dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Yang baik diambil, yang kurang baik ditinggalkan. Semoga kehadiran teman-teman KKN ini meninggalkan bekas dan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” katanya.
Di akhir sambutan, Kusmalahadi mendoakan seluruh mahasiswa UGM dapat meraih cita-cita mereka dan terus menjaga nama baik almamater di mana pun berada.
Sementara itu, Kepala Desa Bayan Satradi mengapresiasi perhatian Wakil Bupati yang dalam dua pekan terakhir beberapa kali mengunjungi Desa Bayan untuk melihat langsung berbagai kegiatan pembangunan dan aktivitas mahasiswa.
“Pak Wabup luar biasa. Dalam waktu singkat sudah beberapa kali datang ke Desa Bayan, melihat kondisi jalan, kegiatan mahasiswa dari berbagai universitas, hingga menghadiri acara perpisahan mahasiswa,” ungkapnya.
Satradi juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa UGM yang telah mengabdi selama sekitar 50 hari di Desa Bayan. Selama masa pengabdian tersebut, mahasiswa menjalankan total 75 program kerja melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.
“Mahasiswa telah belajar budaya, memahami tradisi masyarakat, dan memberikan kontribusi nyata melalui program-program yang berdampak langsung bagi desa,” katanya.
Ia mengungkapkan tahun 2026 menjadi tahun terakhir KKN UGM di Desa Bayan setelah tiga tahun berturut-turut menjadikan wilayah tersebut sebagai lokasi pengabdian.
“Semoga kenangan dan dampak positif yang ditinggalkan tetap dirasakan masyarakat dan membuka peluang kerja sama baru dengan perguruan tinggi lainnya,” ujarnya.
Ketua Karang Taruna Pelita Bayan, Wensi, mengatakan Pesona Sinergi Bayan 2026 merupakan hasil kolaborasi yang sukses antara pemuda desa dan mahasiswa KKN UGM.
Berbagai kegiatan digelar selama dua hari, mulai dari skrining kesehatan, kontes ternak, bazar UMKM, pertunjukan seni budaya hingga lomba lintas alam yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Pulau Lombok serta wisatawan mancanegara.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan untuk terus mengangkat potensi Desa Bayan, baik dari sektor kesehatan, peternakan, budaya maupun pariwisata,” katanya.
Wensi menambahkan lomba lintas alam menjadi salah satu daya tarik utama karena memperkenalkan keindahan alam Bayan yang selama ini belum banyak terekspos.
“Kami ingin terus belajar dan mengangkat potensi-potensi Desa Bayan. Semoga kegiatan ini menjadi event tahunan dan pemuda bisa terus memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.
Pesona Sinergi Bayan 2026 menjadi puncak kolaborasi antara Karang Taruna Pelita Bayan dan mahasiswa KKN-PPM UGM yang telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, sekaligus menjadi ruang promosi budaya, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Bayan.




























