Warga Lombok Utara siapkan outfit terbaikmu! Fashion Street 2026 ajak warga tampil dan bersinar di Alun-alun Dayan Gunung

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Alun-Alun Tioq Tata Tunaq Dayan Gunung akan disulap menjadi panggung fashion megah pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mendatang. 

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lombok Utara (KLU) akan menggelar Fashion Street 2026, ajang peragaan busana terbuka pertama yang melibatkan masyarakat umum sebagai peserta utama.

Mengusung konsep Modern Ethnic Fashion, kegiatan ini menjadi warna baru dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun ke-18 Kabupaten Lombok Utara. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang digelar di lingkungan Kantor Bupati, kali ini Fashion Street hadir di ruang publik agar lebih dekat dengan masyarakat.

Perwakilan Dekranasda KLU, Raden Prawangsa Jayaningrat, mengatakan pemilihan Alun-Alun Dayan Gunung dilakukan untuk menghadirkan suasana yang lebih inklusif sekaligus mengeksplorasi kemegahan gerbang utama alun-alun yang kini menjadi ikon baru Lombok Utara.

“Konsep tahun ini berbeda. Kami sengaja memilih malam hari karena ingin menampilkan kemegahan gerbang utama Alun-Alun Dayan Gunung. Nantinya akan ada lighting show dengan penggunaan banyak lampu sehingga suasana fashion show menjadi lebih megah dan menarik,” ujarnya kepada lombokvibes (21/7/2026).

Menurutnya, Fashion Street 2026 dirancang sebagai pesta rakyat yang terbuka untuk semua kalangan. Dengan dipindahkan ke alun-alun, masyarakat diharapkan lebih leluasa menikmati kemeriahan acara tanpa sekat.

“Kami ingin event ini benar-benar terbuka. Kalau di kantor bupati terkadang masyarakat merasa sungkan untuk datang. Dengan dipindahkan ke alun-alun, kami berharap masyarakat bisa tumpah ruah menikmati acara bersama,” katanya.

Tak hanya menampilkan peragaan busana, Fashion Street 2026 juga akan menjadi ajang promosi produk-produk unggulan Lombok Utara. 

Seluruh peserta diwajibkan mengenakan produk asli daerah seperti tenun, batik, ekoprint, maupun aksesori lokal yang dipadukan dengan gaya kasual, semi formal, hingga formal.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WITA hingga selesai ini menyediakan hadiah jutaan rupiah dan berbagai doorprize menarik. Kompetisi dibagi menjadi tiga kategori, yakni:

  • Anak-anak usia 10–15 tahun
  • Remaja usia 16–23 tahun
  • Dewasa atau sudah menikah usia 24–50 tahun

Selain masyarakat umum yang akan berkompetisi memperebutkan hadiah, acara juga akan diramaikan oleh partisipasi unsur OPD dan Forkopimda. Namun mereka tidak masuk dalam kategori penilaian lomba.

“Peserta dari OPD dan Forkopimda hanya sebagai pemanis acara. Mereka tidak dilombakan. Yang berkompetisi dan memperebutkan hadiah adalah masyarakat umum,” tegas Raden.

Tak hanya itu, pengunjung juga akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional yang semakin menambah semarak suasana malam di jantung Kota Tanjung tersebut.

Melalui Fashion Street 2026, Dekranasda KLU berharap masyarakat semakin bangga menggunakan produk lokal sekaligus membuka ruang promosi yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, perajin tenun, pembatik, pengrajin ekoprint, hingga pelaku usaha aksesori lokal.

“Yang ingin kami tonjolkan adalah masyarakat. Fashion Street bukan sekadar lomba busana, tetapi menjadi panggung bersama untuk menunjukkan kebanggaan menggunakan karya dan produk asli Lombok Utara,” jelasnya.

Selain mengajak masyarakat untuk berpartisipasi sebagai peserta, Dekranasda KLU juga mengundang seluruh warga Lombok Utara dan wisatawan untuk hadir memeriahkan Fashion Street 2026. Kehadiran masyarakat dinilai penting untuk menjadikan event ini sebagai pesta rakyat yang mampu menghadirkan dampak ekonomi dan sosial yang luas.

Raden berharap penyelenggaraan Fashion Street 2026 tidak hanya menjadi ajang hiburan dan peragaan busana semata, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Sebab, selama kegiatan berlangsung akan melibatkan pelaku UMKM dan perajin lokal yang berkesempatan mempromosikan serta menjual produknya kepada pengunjung.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Lombok Utara untuk hadir dan meramaikan Fashion Street 2026. Ini bukan hanya acara fashion, tetapi momentum bersama untuk mendukung produk lokal, menghidupkan UMKM, dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana merawat dan melestarikan budaya daerah melalui pemanfaatan tenun, batik, ekoprint, dan berbagai produk kerajinan khas Lombok Utara yang ditampilkan dalam balutan busana modern.

“Melalui Fashion Street, kami ingin menumbuhkan kebanggaan terhadap budaya sendiri. Produk-produk lokal yang ditampilkan adalah karya anak bangsa yang harus terus kita apresiasi dan gunakan. Harapannya, kegiatan ini dapat menjadi agenda tahunan yang semakin besar dan mampu mengangkat nama Lombok Utara di tingkat regional maupun nasional,” tutup Raden Prawangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!