MotoGP Mandalika bikin UMKM panen cuan, cendol tembus raup Rp11 juta dalam 3 hari

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Tengah – MotoGP Mandalika 2026 tak hanya menyedot perhatian pencinta balap, tetapi juga membuka peluang cuan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama tiga hari penyelenggaraan, Bazar UMKM Mandalika–Festival Musik menjadi tempat berburu produk lokal bagi pengunjung. Mulai dari kain tenun dan kerajinan khas NTB hingga makanan dan minuman, sejumlah produk UMKM mencatat penjualan jutaan rupiah.

Yuli, pelaku UMKM Darma Setia yang menjual produk tenun dan kerajinan khas NTB, mengaku meraup pendapatan sekitar Rp9 juta selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini.

“Pendapatan selama tiga hari ini sekitar Rp9 juta. Produk tenun dan berbagai kerajinan khas NTB sangat laku, terutama pada hari kedua dan ketiga penyelenggaraan GP ini,” jelas Yuli, Minggu (11/10/2026).

Tak hanya produk kerajinan, sektor kuliner juga ikut menikmati ramainya pengunjung di kawasan bazar.

Salsa, pelaku UMKM minuman Cendol 18, menyebut omzet penjualannya pada Sabtu dan Minggu mencapai kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta.

“Alhamdulillah, berbagai makanan dan minuman yang dijual di bazar ini laku. Untuk Cendol 18, omzet penjualan pada hari Sabtu dan Minggu mencapai sekitar Rp11 juta,” ujarnya.

Capaian tersebut memperlihatkan bagaimana keramaian MotoGP Mandalika turut membuka peluang penjualan bagi usaha lokal yang menawarkan produk dan kebutuhan konsumsi pengunjung.

Tenun NTB Dilirik Turis Asing

Peluang pasar juga dirasakan Sri Lestari, pemilik usaha Riles Lestari Tenun. Ia mengatakan, penyelenggaraan MotoGP Mandalika tahun ini membawa dampak positif terhadap pendapatan usahanya.

“Alhamdulillah, tahun ini sangat meriah. Selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika, pendapatan kami meningkat,” ujar Sri Lestari.

Menurutnya, pembeli yang datang tidak hanya berasal dari dalam daerah. Wisatawan dari berbagai wilayah di Indonesia hingga turis mancanegara turut menunjukkan ketertarikan terhadap kain tenun khas NTB.

“Banyak pembeli dari luar daerah. Selain masyarakat Indonesia, kain tenun kami juga banyak diminati oleh para turis,” ungkapnya.

Ketertarikan wisatawan asing terhadap tenun lokal menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk sekaligus identitas budaya NTB kepada pasar yang lebih luas.

Kehadiran pengunjung dari berbagai daerah dan negara dalam ajang internasional tersebut juga membuka ruang bagi UMKM untuk menjangkau konsumen yang mungkin belum mengenal produk kerajinan lokal sebelumnya.

Tantangan Menjaga Dampak Ekonomi

Meski sejumlah pelaku UMKM mencatat penjualan jutaan rupiah selama MotoGP Mandalika 2026, dampak ekonomi dari ajang tersebut perlu dilihat secara lebih luas.

Angka penjualan beberapa pelaku usaha menunjukkan adanya peluang ekonomi selama acara berlangsung. Namun, data tersebut belum cukup untuk menggambarkan total omzet seluruh UMKM yang terlibat ataupun besarnya dampak ekonomi MotoGP terhadap masyarakat NTB secara keseluruhan.

Karena itu, momentum MotoGP perlu diikuti dengan upaya memperluas pemasaran produk lokal di luar periode penyelenggaraan balapan.

Promosi digital, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta perluasan akses ke pasar wisatawan dapat menjadi langkah untuk menjaga agar produk UMKM NTB tetap memiliki daya saing setelah keramaian MotoGP berakhir.

Dengan begitu, manfaat ekonomi ajang internasional tersebut tidak hanya berhenti pada transaksi selama tiga hari, tetapi juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk membangun pasar yang lebih berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!