Lombokvibes.com, Lombok Utara– Potensi jambu mete di Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi peluang usaha yang berhasil dimanfaatkan oleh Lalu Masni melalui UMKM Rangsot Kreatif. Di bawah brand Borong Mente Goreng, ia menghadirkan camilan khas berbahan baku mete lokal yang kini telah dipasarkan hingga luar daerah.
Lalu Masni menuturkan, usaha Borong Mente Goreng mulai dirintis pada tahun 2020 saat dirinya masih aktif sebagai tenaga pendamping kewirausahaan. Saat melakukan pendampingan di Kecamatan Bayan, ia melihat langsung potensi olahan mete yang cukup besar untuk dikembangkan.
“Pertama kali saya melihat olahan mete di Bayan saat melakukan pendampingan. Saya kemudian ikut membantu memasarkan produk UMKM dan ternyata peminatnya cukup banyak,” ujarnya kepada lombokvibes.
Melihat tingginya minat pasar, ia kemudian memutuskan membangun usaha sendiri dengan memilih nama Borong Mente Goreng. Nama tersebut dipilih karena memiliki filosofi sederhana, yakni pelanggan yang pernah membeli dan menyukai produknya akan kembali membeli dalam jumlah lebih banyak.
Menurutnya, mete dipilih sebagai produk unggulan karena Lombok Utara memiliki ketersediaan bahan baku yang melimpah. Selain itu, penggunaan mete lokal juga menjadi bentuk dukungan terhadap petani di daerah.
“Bahan baku yang kami gunakan diutamakan dari Lombok Utara, terutama wilayah Kecamatan Tanjung,” katanya.
Meski produk mete goreng banyak dijumpai di pasaran, Borong Mente Goreng memiliki keunggulan tersendiri. Salah satunya adalah menjaga kesegaran produk dengan sistem produksi berdasarkan pesanan.
“Kalau di kami lebih mengutamakan fresh. Jadi setelah ada pesanan baru diproses,” jelasnya.
Saat ini Borong Mente Goreng memiliki beberapa varian rasa yang diminati konsumen, yakni original, asin, sangrai, dan pelecingan. Varian tersebut menjadi pilihan favorit pelanggan dari berbagai daerah.
Pasar Borong Mente Goreng kini tidak hanya berada di wilayah NTB, tetapi juga telah menjangkau Denpasar, Batam, hingga beberapa negara melalui wisatawan yang menjadikannya sebagai oleh-oleh khas Lombok.
Meski demikian, Lalu Masni mengaku masih menghadapi tantangan dalam menjaga ketersediaan stok bahan baku. Hal itu karena produksi mete sangat bergantung pada musim panen.
“Kendala saat ini lebih pada stok karena mete berbuah musiman,” ungkapnya.
Ke depan, ia menargetkan Borong Mente Goreng terus mempertahankan kualitas produk sambil memperluas jangkauan pasar. Tidak hanya berorientasi pada keuntungan, ia juga menyisihkan sebagian hasil usaha untuk kegiatan sosial.
“Sepuluh persen hasil usaha kami sisihkan untuk kegiatan sosial. Harapannya Borong Mente Goreng selalu menjadi pilihan utama konsumen,” katanya.
Selain mete goreng, UMKM Rangsot Kreatif juga memproduksi madu, VCO, dan permen madu trigona. Produk-produknya dapat dipesan melalui Facebook Lalu Masni Lombok Utara, WhatsApp Business 0878-5133-8113, maupun marketplace yang tersedia.
Dengan mengutamakan kualitas, harga terjangkau, dan penggunaan bahan baku lokal, Borong Mente Goreng menjadi salah satu produk UMKM Lombok Utara yang layak dicoba, baik oleh masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.




























