Lombokvibes.com, Lombok Utara – Sebanyak 1.846 keluarga penerima manfaat (KPM) bantuan sosial di Kabupaten Lombok Utara (KLU) terindikasi terkait judi online (judol) berdasarkan hasil pemadanan data.
Pekerja Sosial Ahli Muda Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU, Imam Fathoni, mengatakan indikasi tersebut ditemukan dalam proses pemadanan data penerima bansos dengan data dari sejumlah lembaga terkait.
“Judol berdasarkan hasil pemadanan DTSEN dengan PPATK, OJK dan pihak terkait,” kata Fathoni, Sabtu (29/6/2026).
Namun, Dinsos KLU tidak menutup ruang bagi masyarakat yang merasa data tersebut tidak sesuai. Warga yang merasa tidak pernah melakukan aktivitas judi online tetap dapat mengajukan klarifikasi.
Menurut Fathoni, klarifikasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti dengan proses pemeriksaan dan pembuatan berita acara.
“Iya, masih bisa klarifikasi dan memberikan sanggahan,” ujarnya.
Selain temuan indikasi judol, Dinsos KLU juga menemukan 493 KPM yang masuk kategori temuan lainnya.
Rinciannya, sebanyak 193 KPM ditemukan memiliki data meter listrik yang tidak sesuai, 114 KPM telah meninggal dunia, 75 KPM memiliki pekerjaan yang masuk kategori dikecualikan, dan 111 KPM tercatat telah memiliki penghasilan setara atau di atas UMK.
Fathoni menegaskan, proses pemadanan data dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan bantuan sosial diberikan kepada masyarakat yang memenuhi kriteria.
Karena itu, masyarakat yang merasa terdapat kesalahan data diminta tidak tinggal diam dan segera melakukan klarifikasi melalui jalur yang tersedia.
Di sisi lain, Dinsos KLU mengingatkan masyarakat untuk menjaga data kependudukan seperti NIK, KTP dan KK.
Masyarakat diminta tidak sembarangan meminjamkan atau memberikan data tersebut kepada pihak lain karena berpotensi disalahgunakan dan dapat berdampak pada data sosial ekonomi maupun penerimaan bansos.
“Kami mengimbau masyarakat KLU agar menjaga NIK dan tidak meminjamkan KTP atau KK kepada pihak lain. Takut disalahgunakan karena itu nanti akan berpengaruh ke bansosnya,” pungkasnya.




























