Gubernur NTB dorong Unram jadi pusat keunggulan pembangunan kawasan kepulauan

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram — Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, menyerukan lahirnya paradigma baru pembangunan kawasan kepulauan di Indonesia Timur melalui gagasan “Golden Triangle” Bali–NTB–NTT. Ia mengajak Universitas Mataram (Unram) menjadi motor penggerak ilmu pengetahuan dan inovasi dalam mewujudkan visi besar tersebut.

Hal itu disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-63 Universitas Mataram di Gedung Rektorat Unram, Rabu (5/11/2025).

Acara tersebut turut dihadiri Plt. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Pungkas Bahjuri Ali, serta Rektor Unram, Bambang Hari Kusumo.

Dalam pidatonya, Iqbal menjelaskan bahwa dirinya bersama Gubernur Bali dan NTT telah menyepakati arah kerja sama lintas provinsi yang akan dituangkan dalam bentuk kerja sama regional strategis.

“Saya usulkan dua pendekatan, integrasi dan kerja sama. Ada tiga hal yang akan kita integrasikan energi, konektivitas, dan pariwisata,” ujarnya.

Pada sektor energi, Iqbal mengungkapkan rencana membangun sistem terpadu yang menghubungkan NTT, NTB, hingga Bali.

“Bali tidak perlu lagi memproduksi energi baru terbarukan sendiri. Cukup dari NTB dan NTT yang memiliki radiasi matahari paling kuat di Indonesia,” paparnya.

Integrasi berikutnya ialah konektivitas, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Sedangkan pada sektor pariwisata, tiga provinsi ini akan berkolaborasi menciptakan jalur destinasi terpadu dengan konsep keberlanjutan.

Lebih jauh, ketiga provinsi juga berkomitmen untuk memperjuangkan Rancangan Undang-Undang Provinsi Kepulauan.

“Paradigma pemerintahan kita selama ini masih berbasis daratan. Kita ingin paradigma kepulauan diakui dalam sistem keuangan, tata pemerintahan, hingga administrasi negara. Karena kita hidup dari laut,” tegasnya.

Dalam konteks itu, Gubernur mengajak Unram mengambil peran strategis sebagai Center of Excellence bagi kawasan kepulauan Indonesia bagian timur.

“Saya menaruh harapan kepada Universitas Mataram, mari kita bersama membangun paradigma kepulauan. Kita harus menjadi pusat pengetahuan yang menghidupkan laut sebagai masa depan,” serunya.

Iqbal juga menyoroti persoalan kemiskinan struktural yang masih menghantui NTB.

“Provinsi NTB di usia hampir 67 tahun masih berada di antara 12 provinsi termiskin di Indonesia. Ini bukan sekadar soal ekonomi, tetapi soal struktur dan cara pandang. Di sinilah peran akademisi menjadi sangat penting,” ujarnya.

Di awal sambutan, Gubernur memberikan apresiasi kepada Unram atas kontribusinya bagi pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kebijakan pemerintah dan hasil riset akademik.

“Saya tidak ingin menjadi pemerintah yang mengabaikan ilmuwan. Justru ilmu pengetahuan harus menjadi arah pembangunan kita,” katanya.

Ia berharap hasil riset dan inovasi Unram tidak berhenti di ruang laboratorium, melainkan menjelma menjadi solusi nyata bagi masyarakat. “Unram harus menjadi jembatan antara ilmu dan kesejahteraan rakyat,” tutupnya.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *