Siswa SD Lombok Utara belajar di lantai viral, Pemda gercep bantu & apresiasi netizen

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemandangan memilukan datang dari SDN 3 Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Para siswa di sekolah ini terpaksa mengikuti pelajaran dengan duduk di lantai, tanpa meja dan kursi. Bahkan, ruang belajar yang terbatas memaksa pihak sekolah menggabungkan beberapa kelas dalam satu ruangan.

Kondisi tersebut viral di grup Facebook “KLU Bicara” dan sontak menjadi sorotan warganet. Tak menunggu lama, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU langsung bergerak cepat. Kepala Dikbudpora, H. Adenan, turun langsung ke lokasi pada Kamis (24/7/2025) untuk mengecek kondisi di lapangan.

“Saya lihat postingan di media sosial, lalu saya langsung pastikan sendiri ke sekolahnya. Dan memang betul, anak-anak belajar tanpa meja kursi, bahkan kelasnya digabung karena ruang terbatas,” kata Adenan.

Dari hasil tinjauan tersebut, diketahui sebagian besar meja dan kursi di sekolah itu dalam kondisi rusak. Ruang kelas juga tidak mencukupi untuk menampung jumlah siswa yang ada, sehingga kegiatan belajar terpaksa digabung dalam satu ruangan.

Merespons temuan ini, Dikbudpora KLU langsung menyiapkan pengadaan 23 set meja dan kursi lewat anggaran perubahan tahun ini. Bantuan ini ditargetkan tiba sebelum akhir tahun anggaran 2025.

“Langkah cepat sudah kita ambil. Kita anggarkan dulu kebutuhan mebelernya di perubahan tahun ini. Yang penting anak-anak bisa kembali belajar dengan layak,” tegasnya.

Sementara itu, solusi jangka panjang terkait pembangunan ruang kelas baru akan diupayakan melalui APBD Murni 2026. Menurut Adenan, waktu yang sempit dan proses teknis membuat pembangunan fisik tidak mungkin dilakukan di anggaran perubahan.

“Kalau ruang kelas baru, kita dorong lewat anggaran murni. Kita tidak ingin ambil risiko di tengah keterbatasan waktu,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang telah menyuarakan kondisi tersebut. Bagi Adenan, peran serta publik sangat penting untuk membuka mata dan mempercepat respons pemerintah.

“Kadang kita tidak tahu kondisi di lapangan karena padatnya pekerjaan. Tapi berkat masyarakat yang peduli, kita bisa tahu lebih cepat dan langsung ambil tindakan,” pungkasnya.

Dengan langkah cepat ini, harapan baru pun muncul. Siswa-siswi SDN 3 Pemenang Timur diharapkan bisa segera belajar dengan fasilitas yang lebih layak, tanpa harus duduk di lantai lagi.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *