Lombokvibes.com, Lombok Utara – Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional jenjang SMA/MA/Sederajat (FLS3N) Tahun 2025 tingkat Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi momen bersejarah dan membanggakan bagi SMAN 1 Gangga (Smansaga).
Sekolah yang terkenal dengan prestasi dunia teater ini berhasil tampil luar biasa dengan membawa pulang tiga gelar juara pertama dari cabang seni sastra dan pertunjukan, dan satu gelar juara tiga pada lomba menulis puisi.
Pembina utama lomba-lomba sastra sekaligus Guru Bahasa Indonesia SMAN 1 Gangga, Mulyadi, menyebutkan, bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari pendampingan intensif yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
“Anak-anak memang saya bimbing cukup intens, terutama dalam penulisan dan pementasan monolog. Ini capaian terbaik kami dalam beberapa tahun terakhir,” ujarnya, kemarin.
Penulis Buku Bilai (2024) itu menyebutkan, tiga siswa mereka berhasil mendominasi dalam kategori menulis cerpen, membaca puisi, dan monolog. Selain itu, satu siswa juga menyabet juara tiga dalam cabang menulis puisi.
Empat siswa SMAN 1 Gangga yang mengukir prestasi kategori sastra dan dalam ajang FLS3N 2025 ini adalah:
- Utami Dhamitta, juara 1 menulis cerpen
- Simantika Titian Meianjarwani, juara 1 membaca puisi
- Nia Kurniati, juara 1 monolog
- Quriatun Nisa, juara 3 menulis puisi
Tak hanya di bidang sastra, SMAN 1 Gangga juga meraih juara 1 di cabang tari kreasi yang dibina oleh guru seni Desak Tika. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pembinaan seni di sekolah tersebut mencakup berbagai aspek, dari literasi hingga pertunjukan.
Kepala SMAN 1 Gangga, Dra. Haerani, menilai bahwa keberhasilan dalam ajang FLS3N seperti ini mencerminkan pentingnya kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa.
“Ajang seni seperti FLS2N bukan hanya soal kompetisi, tapi wadah untuk membentuk karakter siswa yang mencintai budaya sendiri. Siswa yang bisa mengekspresikan talenta seni mereka adalah generasi yang siap melestarikan nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Haerani.
Sementara, prestasi gemilang yang diraih oleh SMAN 1 Gangga ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain di Lombok Utara untuk terus mengembangkan program pembinaan seni yang berkelanjutan.
“Kami ingin menjadi sekolah yang bisa menjadi motor penggerak kemajuan seni dan budaya daerah,” pungkasnya.

































