Lombokvibes.com, Lombok Utara– Kabupaten Lombok Utara (KLU) terus berupaya untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah terhadap ancaman bencan.
Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, membuka sosialisasi pemanfaatan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK) Siaga NTB di Aula Kantor Bupati, Selasa (2/12/2025) yang dihadiri para camat, kepala desa, serta unsur terkait lainnya.
Melalui aplikasi SIK Siaga NTB yang dirilis Pemerintah Provinsi NTB bersama BPBD dan program SIAP SIAGA, masyarakat dapat mengakses informasi kebencanaan secara lengkap di seluruh wilayah NTB. Aplikasi ini kini tersedia dan dapat diunduh melalui Google Playstore.
Wakil Bupati KLU Kusmalahadi menegaskan bahwa Lombok Utara memiliki sejumlah potensi bencana yang perlu selalu diantisipasi.
“Pengalaman gempa bumi 2018 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan tidak boleh longgar,” ujar Wabup yang akrab disapa Bang Kus itu.
Ia pun meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan instruksi pemerintah, tetapi juga bergerak dengan inisiatif sendiri, terutama melalui pemanfaatan teknologi seperti aplikasi SIK Siaga.
“Dengan memantau peringatan dini di ponsel masing-masing, masyarakat diharapkan lebih cepat merespons potensi ancaman bencana,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada BPBD KLU atas capaian peringkat nasional yang menunjukkan keseriusan daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang tangguh.
Wabup Kus menekankan, bahwa bencana adalah sesuatu yang tidak bisa ditunda, sehingga seluruh pihak harus terus berkolaborasi. Ia meminta peserta mengikuti sosialisasi secara serius agar implementasi SIK Siaga benar-benar memberikan dampak besar bagi manajemen kebencanaan di Lombok Utara.
Menurutnya, dengan pemahaman yang baik dan kesiapsiagaan yang kuat, masyarakat dapat lebih siap menghadapi kondisi darurat kapan pun terjadi.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD KLU, M. Zaldi Rahadian, menyampaikan bahwa teknologi informasi menjadi kunci percepatan mitigasi dan respons bencana.
“Kehadiran SIK Siaga akan sangat membantu pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi peringatan dini kepada masyarakat,” jelas Kalak BPBD KLU Zaldi.
Sejauh ini, masyarakat belajar dari bencana gempa 2018, Pemda dan masyarakat belajar untuk siaga menanggulangi bencana.
Kesiapsiagaan tersebut selama ini menjadi salah satu kekuatan Lombok Utara. KLU bahkan berhasil meraih peringkat keempat nasional sebagai daerah dengan penanggulangan bencana terbaik berdasarkan penilaian Kemendagri dengan nilai indeks 92,44. Tiga posisi teratas ditempati Denpasar, Buleleng, dan Luwu Timur.
Zaldi menekankan bahwa prestasi tersebut lahir dari kerja keras berbagai pihak. Ia berharap di tahun 2026 posisi KLU dapat semakin meningkat.
“Sosialisasi SIK Siaga ini menjadi bagian penting dari upaya memperkuat budaya waspada di tengah masyarakat,” pungkasnya.



































