Lombokvibes.com, Lombok Utara – Penantian panjang warga Dusun Tanak Sanggar, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, terhadap perbaikan jalan rusak akhirnya menemui titik terang. Setelah rusak parah dan tak tersentuh perbaikan selama 11 tahun, jalan berstatus kabupaten itu dipastikan masuk rencana pembangunan pemerintah daerah pada tahun 2026, menyusul pengawalan intensif dari DPRD KLU.
Kondisi jalan sepanjang sekitar 2,5 kilometer, yang menghubungkan Dusun Tuti hingga Tanak Sanggar, terakhir kali diaspal pada 2013. Sejak itu, jalan terus mengalami kerusakan serius dan kerap memicu kecelakaan warga saat melintas.
Tokoh masyarakat Tanak Sanggar, Surianto, mengungkapkan bahwa keluhan soal kondisi jalan telah lama disampaikan warga, namun tak kunjung mendapat respons nyata. Bahkan, warga sempat melakukan aksi simbolik dengan menanam pohon pisang di badan jalan sebagai bentuk protes.
“Terakhir kami dapat aspal tahun 2013, sudah 11 tahun tidak pernah diperbaiki. Karena terlalu lama menunggu, kami bersama warga berinisiatif menanam pisang di jalan supaya pemerintah bisa memperhatikan kondisi kami,” ujar Surianto.
Aksi tersebut, kata dia, akhirnya membuahkan hasil. Hanya berselang dua hari, warga Tanak Sanggar mendapat respons langsung dari Bupati Lombok Utara.
“Alhamdulillah, setelah dua hari ada respon dari bupati. Setelah disposisi ke Dinas PUPR, kami dijanjikan jalan ini akan dibangunkan tahun 2026,” jelasnya.
Surianto menegaskan, jalan Tanak Sanggar merupakan akses vital masyarakat karena menjadi jalur utama aktivitas ekonomi dan sosial warga, sekaligus berstatus jalan kabupaten yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
Dari sisi legislatif, Anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara Fraksi Gerindra, Artadi, menegaskan bahwa persoalan jalan Tanak Sanggar bukan isu baru. Ia mengaku telah berulang kali menyampaikan kondisi jalan tersebut kepada pemerintah daerah dan dinas teknis terkait sebagai bagian dari fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi masyarakat.
“Secara kebetulan kampung saya di Sokong dan tempat lahir saya di Tuti. Semua di lokasi itu adalah keluarga besar saya. Jalan ini sudah sering saya sampaikan ke dinas,” ungkap Artadi.
Ia menjelaskan, pada tahun 2023 pemerintah daerah telah melakukan pengaspalan dari Dusun Lendang Galuh sepanjang kurang lebih 2,8 kilometer. Namun, masih tersisa sekitar dua kilometer jalan menuju Tanak Sanggar yang belum tertangani.
“Sisa jalan itu sudah saya sampaikan ke Dinas PU supaya bisa dianggarkan untuk kelanjutannya,” katanya.
Terkait aksi tanam pisang yang dilakukan warga, Artadi mengaku memahami keresahan masyarakat. Menurutnya, warga sudah terlalu lama menunggu kepastian perbaikan, sementara jalan tersebut setiap hari dilalui masyarakat.
“Jalan itu setiap hari dilewati masyarakat dan sering terjadi warga kita jatuh karena rusak parah. Saya juga tidak enak kepada masyarakat karena setiap saat mereka menyampaikan keluhan ke saya,” ujarnya.
Artadi menambahkan, harapan masyarakat semakin menguat setelah perwakilan warga Tanak Sanggar diterima langsung oleh Bupati Lombok Utara. Atas perintah bupati, surat permohonan perbaikan jalan yang ditandatangani kepala desa langsung didisposisi dan diserahkan ke Dinas PUPR.
“Saya yakin kalau sudah ada disposisi bupati, jalan itu pasti bisa ditindaklanjuti pada tahun 2026,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Tanjung, khususnya di Desa Sokong, telah disampaikan kepada Sekda KLU selaku Ketua TAPD, Kepala Bappeda, serta dinas terkait agar masuk dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Semoga tahun 2026 jalan Tanak Sanggar benar-benar bisa diselesaikan demi kepentingan dan keselamatan masyarakat,” pungkas Artadi.



































