Hadir di Forum Ngobrol Pintar, Ketua DPRD KLU dorong anak muda Desa Menggala naik kelas di pariwisata dan pertanian

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Kegelisahan pemuda terhadap masa depan ekonomi, pendidikan, dan keberlanjutan daerah menjadi sorotan utama dalam Forum Dialog Pemuda Menggala bersama wakil rakyat. Forum ini menjadi ruang serius bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada para pengambil kebijakan di tengah tantangan modernisasi yang kian dinamis.

Ketua DPRD Kabupaten Lombok Utara, Agus Jasmani, menegaskan bahwa suara pemuda harus menjadi bagian penting dalam perumusan kebijakan pembangunan daerah. Menurutnya, pemuda bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama yang menentukan arah masa depan Lombok Utara.

“Pemuda hari ini tidak cukup hanya disiapkan sebagai tenaga kerja. Mereka harus kita dorong untuk naik kelas, menjadi pelaku usaha, pengelola, bahkan pengambil keputusan, khususnya di sektor strategis seperti pariwisata,” kata Agus Jasmani dalam forum dialog tersebut (25/1/2026).

Ia menyoroti fakta bahwa sekitar 70 persen pemuda Menggala masih bergantung pada sektor pariwisata di kawasan Gili Indah. Kondisi ini, menurut Agus, harus dibaca sebagai peluang besar yang perlu direspons dengan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kapasitas dan kemandirian anak muda.

“Gili Indah adalah salah satu penyumbang PAD terbesar daerah. Sudah seharusnya Kecamatan Pemenang kita dorong menjadi skala prioritas pembangunan, dengan memberi ruang lebih luas bagi pemuda lokal untuk berperan sebagai pengelola, bukan sekadar pekerja,” ujarnya.

Selain pariwisata, Agus Jasmani juga menekankan pentingnya sektor pertanian sebagai penyangga ekonomi daerah dan alternatif strategis bagi generasi muda. Ia menilai, tanpa inovasi dan keberpihakan kebijakan, pertanian akan terus ditinggalkan anak muda.

“Pertanian harus kita kemas dengan pendekatan baru. Akses permodalan, teknologi, dan kepastian pasar harus dibuka agar sektor ini menarik dan berkelanjutan bagi generasi muda Lombok Utara,” tegasnya.

Forum dialog yang berlangsung dinamis ini turut dihadiri Ibunda Hj. Rohani, anggota DPRD Provinsi NTB, serta anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara lainnya, yakni Ikhwanudin, H. Taufik, dan H. Arsan. Kehadiran para wakil rakyat tersebut menjadi simbol keterbukaan parlemen dalam mendengar langsung aspirasi pemuda di tingkat desa.

Dalam kesempatan itu, Pemuda Menggala secara terbuka menyampaikan harapan agar dialog tidak berhenti pada ruang diskusi semata, tetapi benar-benar melahirkan kebijakan dan program nyata yang menyentuh kebutuhan generasi muda.

Menanggapi hal tersebut, Agus Jasmani menegaskan komitmen DPRD untuk mengawal aspirasi pemuda agar masuk dalam agenda pembangunan daerah.

“Aspirasi ini tidak boleh berhenti sebagai catatan forum. DPRD memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk mengawal agar suara pemuda diterjemahkan menjadi kebijakan yang nyata,” katanya.

Pemuda Menggala pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan menagih setiap janji yang disampaikan para wakil rakyat. Bagi mereka, masa depan tidak untuk ditunggu, melainkan diperjuangkan bersama melalui kolaborasi antara pemuda dan pembuat kebijakan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *