Lombokvibes.com, Aceh Utara – Di tengah sisa genangan dan rumah-rumah yang masih berbenah pascabanjir, tawa anak-anak perlahan kembali terdengar di Kabupaten Aceh Utara. Selasa (23/12/2025) menjadi hari yang berbeda bagi mereka. Tim Medis dari Nusa Tenggara Barat (NTB) hadir, bukan hanya membawa obat dan peralatan medis, tetapi juga rasa aman dan perhatian.
Tim Medis Goes to Aceh Batch 1 yang diturunkan Pemerintah Provinsi NTB fokus pada pemulihan kesehatan fisik dan psikologis warga terdampak banjir. Salah satu perhatian utama diarahkan pada anak-anak yang mengalami tekanan emosional akibat bencana.
“Kami melihat banyak anak yang masih cemas, mudah terkejut, dan menarik diri. Pendampingan psikososial ini penting agar mereka bisa kembali merasa aman,” ujar anggota Tim Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS) Rumah Sakit Mutiara Sukma (RSMS).
Di wilayah kerja Puskesmas Simpang Tiga, Aceh Utara, anak-anak diajak bermain, bercerita, dan menggambar. Aktivitas sederhana itu menjadi ruang aman bagi mereka untuk mengekspresikan perasaan yang selama ini terpendam. Melalui pendekatan ramah anak dan komunikasi suportif, tim DKJPS berupaya mengurangi trauma serta mencegah dampak psikologis jangka panjang.
“Ketika mereka mulai tersenyum dan berani bercerita, itu tanda awal pemulihan,” tambahnya.
Selain pendampingan kesehatan jiwa, tim medis NTB juga membuka layanan kesehatan dasar bagi masyarakat terdampak. Lebih dari 200 warga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, pengobatan penyakit pascabanjir, serta pemantauan kondisi kesehatan penyintas. Tim juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat untuk memastikan layanan tetap berjalan di tengah situasi darurat.
Kehadiran tim medis dari NTB disambut hangat oleh masyarakat Aceh Utara. Bagi warga, bantuan ini tidak hanya meringankan beban fisik, tetapi juga menghadirkan dukungan moral di masa sulit.
Melalui misi kemanusiaan ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya membangun kembali infrastruktur. Pemulihan juga harus menyentuh sisi paling rapuh dari korban bencana, yakni kesehatan mental dan psikososial, terutama bagi anak-anak. Di Aceh Utara, langkah kecil itu dimulai dengan mendengarkan, menemani, dan mengembalikan senyum yang sempat hilang.




























