Sejumlah turis cancel menginap di Gili dampak perang Iran-Israel

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) melakukan pembatalan bookingan menginap di Gili Air akibat konflik Iran-Israel, di Timur Tengah. 

Salah satu pengelola villa di Gili Air, Hikmah mengaku, pada bulan Juni 2025 ini sudah ada tiga tamu yang mengonfirmasi pembatalan reservasi. Salah satu tamu dengan jelas menyebutkan, pembatalan dilakukan karena penerbangan mereka ke Bali tidak bisa dilakukan, akibat konflik di Timur Tengah sejak 13 Juni 2025 lalu.

“Kita seharusnya lebih aware sama butterfly-effect ini, perang entah di mana, tapi sebetulnya kita merasakan dampaknya,” ujar dia saat dikonfirmasi (30/6/2025).

Konflik Timur-Tengah ini, sebutnya, memang  belum banyak yang merasakan. Namun, di sektor pariwisata bagi pengelola penginapan seperti dia, sudah mulai terasa. Kendati demikian, dia berharap pariwisata di NTB khususnya di Lombok Utara terus maju dan berkembang.

Terpisah, Ketua Gili Hotel Association (GHA) Lalu Kusnawan mengaku merasa prihatin, namun sejauh ini belum ada laporan masuk dari para pelaku wisata di Pulau Gili mengenai tamu mancanegara yang melakukan pembatalan akibat konflik Iran-Israel.

“Semoga tidak semakin banyak, dan tidak berdampak besar bagi pariwisata NTB,” ujar Kusnawan melalui saluran telepon.

Kusnawan menyebutkan, kondisi internasional seperti konflik perang, atau bencana alam, adalah di luar kendali para stakeholder terkait termasuk para pelaku wisata sepertinya. 

“Ya semoga kunjungan wisman ke NTB, terutama Gili selalu tinggi. Apalagi saat ini mendekati peak season, target kunjungan kita 90 persen,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata KLU Dende Dewi Tresni Budi Astuti menyampaikan, mendekati peak season ini, kunjungan wisatawan ke Tiga Gili mencapai 4000 per hari. Target kunjungan dipastikan bisa tercapai optimal.

“Semoga perang atau kondisi lainnya tidak membuat kunjungan wisatawan di Gili menurun, dan semoga saja di tahun ini tingkat kunjungannya lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Dende.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!