Sempat jadi sorotan, pohon kurma di Alun-Alun Dayan Gunung yang kering dan mati akan diganti

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Sejumlah pohon kurma yang ditanam di kawasan Alun-Alun Dayan Gunung Lombok Utara, yang menjadi ikon baru Lombok Utara itu, terlihat mengering dan mati. 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat terkait perawatan tanaman yang sebelumnya digadang-gadang menjadi bagian dari identitas baru daerah tersebut.

Menanggapi hal itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Alun-Alun Dayan Gunung, Rangga Wijaya, mengakui bahwa beberapa pohon kurma memang tidak mampu bertahan setelah ditanam di kawasan alun-alun.

“Ya, memang ada yang mati. Kami berharap bisa menggantinya dengan yang baru,” ujar Rangga saat dikonfirmasi Lombokvibes.com, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pohon kurma memerlukan perlakuan khusus, terutama saat proses pemindahan dan penanaman. Karena itu, penyebab kematian tanaman perlu dikaji lebih lanjut oleh pihak yang memiliki keahlian di bidang budidaya kurma.

“Sepertinya harus ada perlakuan khusus sebelum benar-benar dipindahkan dan ditanam. Ahli kurma yang menanam perlu memberikan penjelasan kenapa bisa mati,” katanya lagi.

Rangga menambahkan, ada berbagai kemungkinan yang menyebabkan tanaman tidak tumbuh optimal, mulai dari faktor penyiraman, pemupukan, hingga kesesuaian kondisi tanah.

“Apakah kurang disiram, kurang pupuk, atau tanahnya tidak cocok, itu perlu ditelusuri,” tambahnya.

Ia juga mengakui bahwa pihaknya telah menerima komplain terkait pohon kurma di kawasan Alun-Alun ini. Namun, menurutnya hal tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, mengingat pada masa pemeliharaan pohon kurma ini menjadi kewajiban kontraktor dan pemilik pohon kurma yang menjadi mitra Pemda KLU.

Saat ditanyai mengenai kapan pastinya pohon kurma tersebut akan diganti, Rangga tidak bisa memberikan jawaban pasti.

Alun-Alun Dayan Gunung sendiri sebelumnya, menjadi tempat deklarasi Pemda KLU sebagai tempat pengembangan kurma sebagai salah satu identitas daerah, bahkan menargetkan Lombok Utara menjadi pusat peradaban kurma tropis dunia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait pihak yang bertanggung jawab atas pemeliharaan tanaman kurma di kawasan alun-alun tersebut serta jumlah pasti pohon yang mengalami kematian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!