Lombokvibes.com, Lombok Barat— Di balik hiruk pikuk aktivitas Kota Gerung, terdapat sebuah ruang sunyi yang perlahan menjelma menjadi favorit para pencinta alam dan pemburu panorama langit Bukit Keteri. Terletak di Dusun Bantir, Desa Banyu Urip, Kecamatan Gerung.
Bukit ini menawarkan pengalaman sederhana namun mengesankan, menyaksikan matahari terbit dan terbenam dari ketinggian, dengan lanskap Lombok Barat terbentang luas di hadapan mata.
Bukit Keteri menghadirkan pesona alam yang bersahaja. Dari puncaknya, hamparan sawah hijau, perbukitan berlapis, hingga garis laut Selat Lombok di kejauhan berpadu menciptakan lanskap alami yang memikat. Saat pagi hari, cahaya matahari muncul perlahan dari balik perbukitan, menghadirkan suasana tenang dan sejuk. Sementara saat senja, langit berubah jingga keemasan, menjadikan Bukit Keteri salah satu spot terbaik untuk menikmati sunset di Lombok Barat.
Dengan ketinggian sekitar 400 meter di atas permukaan laut, jalur menuju puncak tergolong ringan dan ramah bagi pendaki pemula maupun wisatawan keluarga. Tak heran jika bukit ini kerap menjadi pilihan warga lokal untuk sekadar “healing”, berfoto, hingga menghabiskan waktu sore di alam terbuka.
Akses Mudah, dari Kantor Bupati Lombok Barat di Gerung, Bukit Keteri dapat dijangkau dalam waktu sekitar 30–40 menit perjalanan darat. Jalan menuju Desa Banyu Urip relatif mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Setelah memarkir kendaraan, pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar 10–15 menit melalui jalur setapak alami menuju titik pandang utama.
Akses yang mudah ini menjadikan Bukit Keteri cocok sebagai destinasi singkat selepas bekerja atau tujuan akhir pekan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.
Selain menawarkan panorama alam, Bukit Keteri juga dikenal sebagai destinasi wisata yang terjangkau dan dikelola secara gotong royong oleh pemuda dan masyarakat setempat. Biaya masuk yang diterapkan relatif murah dan digunakan untuk perawatan kawasan serta fasilitas penunjang.
“Untuk biaya masuk dan parkir, pengunjung cukup membayar Rp10.000 per orang. Sedangkan bagi yang ingin berkemah, biayanya Rp15.000 per orang. Kami juga sudah menyiapkan fasilitas toilet dan area parkir agar pengunjung lebih nyaman,” ujar Heri Wijaya, Admin Pengelola Bukit Keteri.
Ia menegaskan, Bukit Keteri tidak hanya dikembangkan sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang belajar menjaga hubungan harmonis antara manusia dan alam.
“Bukit Keteri kami kelola bersama warga. Harapannya, tempat ini tetap alami, bersih, dan bisa dinikmati dalam jangka panjang tanpa merusak lingkungan,”tambahnya.
Bukit Keteri kini bukan sekadar tempat berfoto, tetapi telah menjadi ruang rehat kolektif bagi masyarakat Lombok Barat. Pagi hari untuk menyambut matahari, sore hari untuk melepas lelah, dan malam hari bagi mereka yang ingin berkemah di bawah langit terbuka.
Dengan panorama yang menenangkan, akses mudah dari Gerung, biaya terjangkau, serta fasilitas dasar yang memadai, Bukit Keteri layak menjadi destinasi favorit baru untuk berburu matahari terbit dan terbenam di Lombok Barat.









































