Lombokvibes.com, Lombok Utara- Pesisir Pandanan di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, dikenal sebagai kawasan wisata yang kaya akan hasil laut segar. Di sepanjang garis pantainya, berjejer lapak-lapak milik warga yang mayoritas menyediakan aneka olahan ikan hasil tangkapan langsung dari laut sekitar. Namun hingga kini, kawasan tersebut belum memiliki produk olahan khas yang dapat diangkat sebagai ikon lokal.
Menjawab tantangan tersebut, tim dari Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah ini. Salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan adalah Pelatihan Pengolahan Produk Komoditas Laut Ikan Tongkol melalui Teknologi Pengasapan.
Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta, yang sebagian besar merupakan ibu-ibu pemilik lapak di kawasan wisata Pantai Pandanan. Program ini secara khusus menyasar Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Pandanan, komunitas warga yang aktif dalam konservasi sumber daya kelautan dan perikanan serta pemberdayaan sosial-ekonomi masyarakat pesisir.
Tri Ardyati, perwakilan tim dosen dari UB, menjelaskan bahwa pengawetan ikan dengan teknologi pengasapan merupakan langkah strategis untuk menjaga mutu, memperpanjang masa simpan, serta meningkatkan nilai jual produk perikanan. Metode ini dinilai efektif dan ramah lingkungan, karena tidak hanya mengawetkan tetapi juga memberikan cita rasa khas yang digemari banyak konsumen.
“Pelatihan ini mencakup edukasi teori dan praktik langsung, mulai dari proses pemilihan ikan segar, pembersihan, pemotongan, marinasi, penirisan, pengasapan, pendinginan, hingga tahap pengemasan akhir,” jelasnya (3/8/2025).
Dikatakannya, untuk mendukung keberlanjutan program, tim UB juga menghibahkan tungku asap kepada masyarakat, agar peserta bisa langsung menerapkan ilmu yang didapat.
Tri Ardyati berharap, melalui pelatihan ini masyarakat dapat mengembangkan keterampilan mengolah ikan secara higienis, ekonomis, dan berkelanjutan.
“Dengan begitu, ke depan akan terbuka peluang usaha baru berbasis hasil laut lokal yang mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pokmaswas Pandanan, H. Muhammad Syukur, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang digelar. Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membuka wawasan dan keterampilan baru bagi para pedagang, khususnya dalam menghasilkan produk olahan unggulan dari kekayaan laut Pandanan.
“Harapannya, akan muncul produk unggulan baru yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan para pedagang di sekitar Pantai Pandanan,” ujarnya.








































