Lombokvibes.com, Lombok Utara– Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara (KLU), diisi dengan kegiatan jalan sehat yang mengusung tema pelestarian alam.
Bukan sekadar olahraga, kegiatan tersebut dikemas menjadi gerakan bersama untuk mengajak masyarakat menjaga kebersihan sekaligus melestarikan lingkungan dan ekosistem di Desa Teniga.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelepasan ratusan burung ke alam bebas. Pelepasan tersebut menjadi simbol komitmen masyarakat Desa Teniga untuk menjaga keberlangsungan satwa dan habitatnya.
Selanjutnya, dilakukan penandatanganan petisi pelestarian alam yang berisi sejumlah komitmen penting, yakni larangan membuang sampah sembarangan, terutama sampah plastik, larangan menembak atau menangkap burung, serta larangan menangkap ikan maupun udang di sungai dengan cara diracun.

Penandatanganan petisi tersebut tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Desa Teniga. Kepala Desa, BPD, Sekretaris Desa, para kepala seksi dan kepala urusan (Kasi/Kaur), kepala dusun, lembaga-lembaga desa, Karang Taruna, Panitia HUT Desa, tokoh agama hingga tokoh masyarakat turut membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk komitmen bersama menjaga kelestarian alam.
Kepala Desa Teniga, Muhammad Yusuf, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas agar perayaan HUT desa tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga meninggalkan pesan dan gerakan nyata bagi masyarakat.
“Jalan sehat ini kami rangkaikan dengan kegiatan pelestarian alam. Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” kata Muhammad Yusuf kepada Lombokvibes, (8/8/2026).
Menariknya, para peserta jalan sehat juga diajak langsung terlibat dalam aksi menjaga kebersihan. Setiap peserta diberikan wadah sampah untuk digunakan memungut sampah plastik yang ditemukan sepanjang jalur jalan sehat, mulai dari titik start hingga finis.
Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan kemudian dibawa ke lokasi finis. Peserta yang mengumpulkan sampah plastik terbanyak mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Konsep tersebut sekaligus menjadi edukasi bahwa menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Jadi peserta kami berikan wadah sampah untuk memungut sampah plastik sepanjang jalan. Yang paling banyak mengumpulkan juga kami berikan hadiah,” ujarnya.
Setibanya di lokasi finis, kemeriahan HUT Desa Teniga dilanjutkan dengan hiburan musik dari Band Bao Daya.
Tak kalah menarik, Pemerintah Desa Teniga juga menyiapkan hadiah utama bagi peserta jalan sehat yang beruntung. Dua ekor kambing disiapkan sebagai hadiah utama, menambah antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut.
Melalui rangkaian kegiatan ini, HUT ke-22 Desa Teniga tidak hanya menjadi momentum perayaan bertambahnya usia desa, tetapi juga menjadi ruang untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga alam.
Dari pelepasan burung, penandatanganan petisi, hingga aksi memungut sampah plastik, Desa Teniga menunjukkan bahwa perayaan hari jadi desa bisa sekaligus menjadi gerakan nyata untuk menjaga lingkungan.
“Kami ingin kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat bersama-sama menjaga alam Desa Teniga,” pungkas Muhammad Yusuf.





























