Pentas Selasa Warjack: Harmoni lintas genre dan budaya di jantung Kota Mataram

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Suasana hangat dan bersahabat menyelimuti area Warjack di Taman Budaya NTB, Selasa malam (24/6), saat gelaran rutin “Pentas Selasa Warjack” kembali menghadirkan pertunjukan musik yang tak biasa. Bukan sekadar konser, ajang ini menjadi ruang pertemuan kreatif para musisi lintas genre dan budaya, di mana batas-batas musikal dilebur dalam semangat kolaborasi.

Sejak pukul 20.00 WITA, pengunjung dari berbagai latar belakang mulai memadati sudut timur Taman Budaya. Dengan panggung kecil yang sederhana namun intim, suasana Warjack justru terasa lebih hidup. 

Malam itu, deretan nama yang tampil membuktikan keberagaman warna musik yang diusung: dari Paris Hasan, Yola Yolanda, Angger Lengkara, hingga Sanggar Seni Sekarsa dengan nuansa etniknya yang kental. Tak ketinggalan penampilan spesial dari Seung Hoon Nams, musisi tamu asal Korea Selatan yang memberikan kejutan menyenangkan bagi penonton.

Kolaborasi spontan antar musisi terjadi begitu saja di atas panggung, menciptakan sesi jamming yang tak terduga namun penuh energi. Setiap penampilan terasa personal, menyentuh, dan sarat dialog musikal yang menarik. Pengunjung tidak hanya menikmati musik, tapi juga menyaksikan proses kreatif yang berlangsung langsung di depan mata mereka.

“Pentas Selasa ini memang kami dedikasikan untuk memberi ruang ekspresi seluas-luasnya bagi seniman lokal maupun mancanegara yang sedang singgah di Lombok. Spiritnya adalah kolaborasi, tanpa batas,” ungkap salah satu panitia dari Warjack yang ikut mengkurasi acara malam itu.

Kehadiran Seung Hoon Nams menjadi warna tersendiri. Dengan permainan musik yang khas dan enerjik, ia mampu berpadu dengan apik bersama musisi lokal. “Saya senang bisa tampil di sini, bertemu teman-teman musisi dari Lombok yang ramah dan kreatif,” ujarnya usai tampil, singkat namun hangat.

Sementara itu, Sanggar Seni Sekarsa menyumbang nuansa tradisi lewat alat musik daerah yang mereka bawa ke atas panggung. Harmonisasi antara instrumen etnik dan instrumen modern pun tak terhindarkan, membentuk lanskap suara yang unik dan berkarakter.

Acara ini juga menjadi bukti komitmen banyak pihak dalam membangun ekosistem seni dan musik di Lombok. Dukungan datang dari berbagai komunitas kreatif seperti LombokVibes.com, Konser Lombok, Blitz Open, Muspect Records, Noise Tenggara, Harian Musik Lombok, dan lainnya yang terus aktif mendorong keberlanjutan ruang-ruang seni seperti Warjack.

Dengan semangat keterbukaan dan inklusivitas yang tinggi, Warjack terus menegaskan posisinya sebagai ruang alternatif yang bukan hanya menyajikan pertunjukan bermutu, tetapi juga menjadi laboratorium kreatif bagi para seniman. 

Lewat tagline khas mereka, “#kehadiranandaadalahoke”, Warjack mengajak siapa saja untuk hadir, mendengar, dan merayakan keberagaman melalui musik.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *