Lombokvibes.com, Lombok Utara – Potensi kekayaan alam yang dimiliki oleh Kabupaten Lombok Utara (KLU) memang tak bisa diragukan. KLU menjadi salah satu daerah penghasil komoditas unggulan yang diminati pasar internasional.
Setelah berhasil mengekspor vanili ke Amerika Serikat pada September 2024 dengan volume mencapai 24 ton, tahun ini sejumlah komoditas lain tengah bersiap masuk ke berbagai negara tujuan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Disprindagkop) KLU, Haris Nurdin, kepada lombokvibes.com mengungkapkan, bahwa pekan depan pihaknya bersama pelaku usaha lokal akan kembali mengirimkan komoditas cengkeh dalam jumlah puluhan ton ke Australia.
“Pemainnya adalah warga kita sendiri, petani dan pengepul lokal di KLU. Ini membuktikan komoditas kita punya daya saing tinggi,” jelasnya, kemarin (2/10/2025).
Tak hanya cengkeh, peluang ekspor kacang mente atau mete (jambu monyet) juga mulai terbuka. Sejumlah buyer dari India bahkan sudah melakukan penjajakan dengan membawa sampel produk cashew dari UMKM di KLU.
“Kemarin mereka sudah bawa contoh produk. Dari obrolan, insyaallah grade-nya bisa masuk standar mereka. Kita tunggu kabar baiknya,” kata Haris Nurdin via telepon.
Selain memfasilitasi pengiriman komoditas, pemerintah daerah juga aktif membuka akses pasar dengan mempertemukan petani dan UMKM bersama calon pembeli internasional.
Dalam dua minggu mendatang, KLU akan menggelar forum business matching dengan buyer dari India, Australia, Inggris, hingga Nepal.
“Kalau deal, kita langsung tandatangani kontrak. Ini langkah konkret memperluas pasar,” tegas Haris.
Sementara itu, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU juga terus memperkuat sektor hulu, khususnya penyediaan bibit vanili.
Kepala DKP3 KLU, Tresnahadi, menyampaikan bahwa pemerintah telah mengembangkan kebun bibit vanili seluas delapan are di UPTD KP3 Bayan sejak 2023.
“Petani kita sering kesulitan mencari bibit. Maka kami bangun kebun bibit agar kebutuhan mereka ke depan tercukupi. Pertumbuhannya bagus dan insyaallah bisa menjadi sumber bibit vanili bagi masyarakat,” ujarnya.
Tresnahadi menambahkan, Lombok Utara merupakan salah satu sentra vanili di NTB, terutama di Kecamatan Gangga dan Bayan. Bahkan, sebagian kelompok tani di daerah ini sudah berhasil mengekspor vanili organik ke luar negeri.
“Vanili kita punya kualitas yang menjanjikan. Harganya tinggi, perawatannya tidak terlalu sulit, sehingga sangat potensial untuk terus dikembangkan,” pungkasnya.








































