Intip aksi pemuda Kakong Lombok Utara, tanam ribuan pohon untuk lestarikan alam

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara-Menanam satu pohon berarti menanam sejuta harapan di masa depan”, kalimat itu bukan sekadar ungkapan, akan tetapi “semangat” yang dihidupkan oleh pemuda-pemudi dan masyarakat Dusun Kakong, Gangga, Lombok Utara untuk melestarikan lingkungan.

  • 58a75b7d-daf4-43c6-8d49-247fc7701732

Pada Sabtu, 5 Juli 2025 kemarin, mereka kembali turun ke kawasan Hutan Lindung Mata Air Medjet Kakong untuk menanam pohon. Sekitar 2.000 bibit pohon ditanam di atas lahan seluas dua hektar. 

Aksi yang menjadi bagian dari dukungan terhadap program nasional FOLU Net Sink 2030, yang menargetkan Indonesia menjadi penyerap karbon bersih dari sektor kehutanan dan lahan ini, menunjukkan kepada publik bahwa solusi terhadap krisis iklim tidak harus selalu besar dan rumit. Akan tetapi aksi kepedulian yang dilakukan secara konsisten.

Ketua Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Medjet Kakong, Joy Jundan Kelana, menyebut bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis. Ini merupakan aksi konservasi lingkungan berbasis masyarakat.

“Setiap tahun ada saja pohon besar yang tumbang karena cuaca ekstrem atau usia. Penanaman ini penting untuk menjaga kesinambungan tutupan hutan, terutama di sekitar sumber mata air yang vital bagi masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Jojuke itu, Selasa (8/7/2025).

Dia membeberkan, terdapat beberapa jenis pohon yang ditanam, seperti pohon kemiri, beringin, serta pohon buah-buahan, seperti durian dan alpukat. Jenis-jenis pohon ini menjadi pilihan karena selain dapat bermanfaat secara ekologi, mereka juga bisa berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Ini kegiatan rutin kami setiap lima tahun sekali di kawasan ini, dan bukan satu-satunya kegiatan tahunan kami,” imbuhnya.

Terlebih, yang menarik, KUPS Medjet Kakong melibatkan banyak pihak dalam aksi lingkungan ini. Tidak ada masyarakat setempat, namun juga kelompok pecinta alam, mahasiswa KKN, serta lembaga dan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan. 

Jojuke lebih jauh menyebutkan, kolaborasi lintas sektor ini harus tetap dilakukan karena Kawasan Medjet Kakong bukan hanya menjadi destinasi wisata alam, tetapi juga laboratorium hidup bagi praktik pelestarian yang berbasis komunitas. 

“Melalui kegiatan seperti ini, semoga bisa tercipta manfaat ekologis yang nyata, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan, serta memperkuat sinergi lintas pihak dalam menciptakan kawasan wisata dan konservasi yang lestari, hijau, dan berkelanjutan,” harapnya. 

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!