Lombokvibes.com, Lombok Utara– Krisis air bersih yang sempat melanda Gili Trawangan selama hampir sepekan mulai teratasi. Pasokan air dari PT Tiara Cipta Nirwana (TCN) kembali mengalir normal sejak Jumat (11/9), sehingga aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di pulau wisata tersebut berangsur pulih.
Kembalinya aliran air disambut lega oleh warga dan pelaku usaha pariwisata yang sebelumnya harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan sekitar 10 hotel sempat mempertimbangkan untuk menghentikan operasional akibat krisis air yang terjadi. Namun rencana tersebut dibatalkan setelah pasokan air kembali tersedia.
“Terima kasih Pemprov NTB, Pemda KLU yang sudah memberikan best effort untuk bisa mengatasi masalah ini. Alhamdulillah kehidupan sudah berangsur normal di Gili Trawangan,” ujar Kusnawan kepada lombokvibes.
Menurutnya, kondisi di Gili Trawangan kini mulai kembali normal. Pelaku usaha pariwisata tidak lagi kesulitan mencari pasokan air dari daratan untuk memenuhi kebutuhan operasional hotel dan usaha wisata lainnya.
Hal senada disampaikan warga Gili Trawangan, Raisman Purnawadi. Ia mengaku masyarakat merasa lebih tenang setelah pasokan air kembali mengalir.
“Pasokan air sudah kembali. Masyarakat sudah mulai tenang,” katanya.
Meski demikian, Raisman berharap pemerintah segera menghadirkan solusi permanen agar persoalan air bersih di Gili Trawangan tidak kembali terulang di masa mendatang.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Lombok Utara, Sahabudin, menjelaskan bahwa kembali beroperasinya sistem produksi air TCN merupakan hasil komunikasi dan koordinasi pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
Setelah dilakukan peninjauan lapangan, sistem produksi air bersih kembali diaktifkan sehingga distribusi air ke masyarakat dapat berjalan normal.
“Air sudah normal,” tegas Sahabudin.
Selama pasokan TCN terhenti, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara dan Polda NTB melakukan berbagai langkah darurat, termasuk menyuplai air bersih untuk memenuhi kebutuhan warga dan pelaku usaha di Gili Trawangan.
Sahabudin mengungkapkan pembahasan terkait persoalan air bersih di Gili Trawangan telah dilakukan sejak Senin (7/9) bersama sejumlah kementerian terkait. Kesepakatan yang dicapai kemudian ditindaklanjuti melalui peninjauan lapangan guna memastikan operasional pengaliran air kembali berjalan.
Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja juga turun langsung memantau implementasi kesepakatan tersebut.
“Terima kasih buat Pak Kapolda,” ujarnya.
Pemerintah berharap normalnya kembali pasokan air TCN dapat mempercepat pemulihan aktivitas masyarakat dan sektor pariwisata di Gili Trawangan. Meski begitu, upaya mencari solusi jangka panjang tetap menjadi prioritas agar krisis serupa tidak kembali terjadi.




























