Dukung program MBG, warga Sajang Lombok Timur bahkan bangun dapur gizi mandiri

Property of Lombokvibes media.
Property of Lombokvibes media.

Lombokvibes.com, Lombok Timur — Warga Desa Sajang, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur menunjukkan antusiasme dan inisiatif tinggi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Melalui semangat gotong royong, warga setempat bersama kepala desa mulai membangun satu unit dapur gizi secara mandiri, di luar kuota resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Program MBG yang disosialisasikan pada Selasa, 13 Mei 2025, di Aula Kantor Kecamatan Sembalun, merupakan hasil kerja sama Komisi IX DPR RI dan Badan Gizi Nasional (BGN). Kegiatan ini dihadiri oleh anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Sekretaris Deputi Promosi dan Kerjasama BGN Lalu Muhammad Iwan Mahardan, serta Sekretaris Kecamatan Sembalun Pelita Yatna.


Muazzim Akbar menegaskan bahwa MBG merupakan program prioritas dari Presiden dan Wakil Presiden terpilih Prabowo-Gibran. Ia menilai program ini tidak hanya menyasar perbaikan gizi anak-anak, tetapi juga merupakan pondasi menuju visi besar Indonesia Emas 2045.

Ia juga menyoroti pentingnya sinergi semua pihak, dari pemerintah desa hingga pusat, serta keterlibatan swasta dan investor. Salah satu tantangan utama dalam pembangunan Satuan Produksi Pangan Gizi (SPPG), menurutnya, terletak pada pembiayaan. Oleh karena itu, ia mendorong para pemodal untuk tidak ragu berkolaborasi dalam memperluas jangkauan program ini, termasuk di wilayah Sembalun.

Sebagai pelengkap program MBG, pemerintah pusat juga tengah menyiapkan Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini dirancang untuk menjual kebutuhan pokok dengan harga lebih murah guna membantu daya beli masyarakat. Setiap unit koperasi akan mendapat dukungan dana sebesar Rp5 miliar sesuai penugasan langsung dari Presiden.

Sementara itu, Lalu Muhammad Iwan Mahardan dari BGN menjelaskan bahwa angka stunting di Indonesia masih berada pada level 21,23 persen. Ia menekankan pentingnya penanganan gizi secara serius, karena gizi yang cukup menjadi fondasi utama tumbuh kembang dan prestasi anak.

Ia juga merinci berbagai persyaratan teknis bagi calon mitra SPPG, mulai dari penyediaan lahan, bangunan, yayasan, tenaga kerja, hingga pemasok bahan baku. Semua informasi resmi dan proses pendaftaran mitra dapat diakses melalui situs mitra.bgn.go.id.

Setiap dapur SPPG wajib memiliki tenaga ahli gizi untuk memastikan penyusunan menu dan asupan sesuai dengan angka kecukupan gizi. Selain itu, sekolah dan orang tua diminta aktif berkoordinasi apabila ditemukan kondisi khusus pada penerima manfaat agar intervensi dapat disesuaikan.

Hingga saat ini, Provinsi NTB telah memiliki 30 unit SPPG yang tersebar di Pulau Lombok sebanyak 24 unit dan Pulau Sumbawa sebanyak 6 unit. Di Kabupaten Lombok Timur sendiri, lima unit SPPG sudah beroperasi secara aktif.

Sekretaris Kecamatan Sembalun, Pelita Yatna, menyampaikan bahwa dari dua kuota resmi yang diberikan untuk wilayah Sembalun, satu unit telah selesai dibangun dan siap beroperasi. Satu unit lainnya kini sedang dibangun secara swadaya oleh warga Desa Sajang.

Ia menyatakan bahwa inisiatif warga ini bukan semata-mata mengikuti program pusat, tetapi merupakan bentuk partisipasi aktif untuk memastikan kebermanfaatan program berlangsung secara langsung dan berkelanjutan.

Masyarakat juga diimbau untuk berhati-hati terhadap informasi palsu atau pihak tidak bertanggung jawab yang mengatasnamakan BGN. Seluruh proses kerja sama hanya dilakukan melalui kanal resmi yang disediakan BGN.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!