Lombokvibes.com, Mataram – Komitmen pemerintah dalam meningkatkan gizi masyarakat kembali ditegaskan melalui sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelar di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Acara yang berlangsung di Aula PT Cipta Rezeki Utama ini diikuti lebih dari 300 warga dan menjadi momentum penting dalam upaya memerangi gizi buruk di daerah.
Program MBG sendiri merupakan inisiatif strategis nasional yang digagas sebagai bagian dari visi menuju Indonesia Emas 2045. Selain menyasar pelajar, program ini juga menyentuh kalangan ibu hamil dan menyusui, dengan harapan meningkatkan kualitas kesehatan generasi penerus bangsa sejak dini.
Sosialisasi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Anggota Komisi IX DPR RI Muazzim Akbar, Sekretaris Deputi Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Anggota DPRD Mataram Ahmad Azhari Gufron, serta Camat Ampenan Muzakir Walad.
Dalam sambutannya, Muazzim Akbar menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menyukseskan program MBG. Ia menyatakan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada keterlibatan aktif masyarakat.
“Pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat untuk membangun sekitar 30.000 dapur sehat atau SPPG yang tersebar di seluruh Indonesia. Ini adalah peluang besar bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari gerakan nasional pemenuhan gizi,” ujar Muazzim.
Saat ini, Provinsi NTB telah memiliki 54 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Menurut Lalu Muhammad Iwan, jika setiap unit SPPG mendapat alokasi anggaran Rp1 miliar, maka total dana yang telah masuk ke NTB mencapai Rp54 miliar.
“Ke depan, jika target pendirian 400 SPPG tercapai, NTB berpotensi memperoleh dana hingga Rp400 miliar,” sebutnya.
Lebih dari sekadar penyediaan makanan bergizi, program ini juga dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui pengadaan bahan pangan dari petani dan pelaku usaha sekitar. Selain itu, keberadaan dapur sehat turut membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.
“Program MBG menjadi wujud sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, dan pelaku usaha dalam menciptakan sistem pangan dan gizi yang berkelanjutan. Dengan strategi ini, diharapkan Indonesia tidak hanya mampu mengatasi masalah gizi kronis, tetapi juga menyiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kompetitif di tahun 2045,” jelasnya.
Dia menekankan, program MBG ini sejalan dengan Peraturan Presiden tahun 2024 tentang pemenuhan gizi nasional, dan diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun masa depan bangsa yang lebih sehat dan mandiri.




























