Menikmati sunset di Senggigi: segelas kopi, view menakjubkan, dan senyuman hangat para pedagang kecil

Property of Lombokvibes media.
Property of Lombokvibes media.

Lombokvibes.com, Lombok Barat– Sore itu, hari lumayan padat, suara bising kota Mataram sedikit memekakkan telinga. Pilihan terbaik bukan ke bioskop atau makan ala hotel bintang lima di resto mewah, tetapi sedikit menepi menyusuri daerah utara: ke Senggigi.

Senggigi, Kota Pariwisata Lombok Barat, sangat berjaya pada masanya. Deretan hotel, vila, homestay, resto dan public services lainnya berdiri megah dan menjulang tinggi. Menjamur. Beberapa penanda jalan masuk ke areal pantai terpampang di tepi jalan. Ada begitu banyak pilihan, mulai dari Pantai Batu Bolong, Senggigi View Point, Pantai Senggigi, dan beberapa tempat mungkin tak ada nama spesifiknya. Namun tetap satu: menjelma sebagai keindahan milik Senggigi.

Perjalanan menuju Senggigi dari Kota Mataram hanya berkisar 20-30 menit. Dengan kecepatan sedang dan jalan yang tak begitu padat. 

Mata kita tak hanya akan disambut oleh keindahan pantai yang ada di sepanjang perjalanan, namun spot-spot pedagang kaki lima yang menyajikan kuliner lokal seolah mengucapkan selamat datang. “Mari nikmati tempat dan makanan ini, lupakan urusan kepalamu sejenak,”.

Deretan pedagang kaki lima ini menawarkan sejumlah makanan, seperti Rujak buah, sate bulayaq, es kelapa muda, jagung bakar, cilok, dan yang tak akan ketinggalan adalah kopi. Siapa yang tak tertarik ditawarkan kopi sambil melihat kecantikan pulau Lombok? Mata akan dimanja, perut akan disayang, serta dahaga akan hilang. Pening di kepala pun ikut melayang.

Namun, yang tak kalah pentingnya, adalah senyuman hangat para pedagang kecil ini. Penuh keramahan dan kesantunan. Meski tak berbelanja, kita dipersilakan untuk duduk di atas tikar yang digelar, dimana mata lepas memandang ke lautan tanpa rasa rakut akan pakaian kotor.

Sembari menikmati keindahan view, aroma segelas kopi hangat menyeruak. Hanya dengan uang Rp5000 saja, kita sudah bisa menyeruput kopi dibarengi view yang luar biasa ini.

Puas menikmati kopi sekaligus menatap pantai dari kejauhan. Tak ada salahnya melangkahkan kaki turun menyentuh pasir yang halus dari Pantai Senggigi.

Deburan ombak putih yang menyisakan buih di mata kaki, membuat hari semakin lengkap. Pantai ini menjadi tempat terbaik untuk menikmati sunset hingga malam tiba. Percayalah, sensasinya seperti alam memeluk jiwa. Kedamaian, ketenangan, dan cantiknya langit malam bersentuhan dengan lautan, seperti hangatnya pelukan seorang ibu. Damai dan menenangkan, merengkuh segala penat yang tersisa. Waktunya pulang!

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!