Lombokvibes.com, Lombok Utara — Kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan Tiga Gili menunjukkan tren positif.
Survei terbaru BKKPN Kupang menyebutkan bahwa pendapatan warga meningkat dari 2024 ke 2025, diikuti peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kawasan konservasi.
Analis Pengusahaan Jasa Kelautan BKKPN Kupang, Niramaya, menyampaikan bahwa survei tahunan tersebut dilakukan sebagai data dukung penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.
“Pendapatan masyarakat cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya,” jelas Niramaya pada acara Diseminasi Hasil Survei Kondisi Sosial dan Ekonomi Tiga Gili, Sabtu (22/11/2025).
Selain itu, pengetahuan masyarakat tentang kawasan konservasi, pengelola kawasan, hingga biota dilindungi juga mengalami peningkatan.
Peningkatan pendapatan paling besar disumbang oleh sektor pariwisata, terutama dari hotel, penginapan, serta wisata bahari. Selain itu, muncul profesi-profesi baru yang sebelumnya tidak terdata dalam survei, menandakan dinamika ekonomi yang semakin beragam.
“Sekarang sudah muncul kurir, tukang bangunan, sampai barber shop. Ini baru terlihat dalam survei 2025. Jenis pekerjaan di Gili makin banyak dan menyesuaikan dengan kebutuhan wisatawan,” jelas Nirmaya.

Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah terkait pemahaman masyarakat mengenai aturan pemanfaatan kawasan konservasi yang dinilai masih rendah karena regulasinya relatif baru. Edukasi lanjutan disebut akan difokuskan kepada kelompok-kelompok masyarakat yang masih memiliki pengetahuan terbatas.
“Kalau masih ada kelompok warga yang belum mengenal aturan pemanfaatan, itu akan jadi target penjangkauan kami. Edukasinya nanti disesuaikan, apakah untuk ibu rumah tangga, pemuda, atau kelompok tertentu,” sambungnya.
BKKPN menegaskan, bahwa hasil survei ini akan menjadi dasar rekomendasi untuk kebijakan penyuluhan konservasi hingga intervensi sosial ekonomi.
Peningkatan pendapatan dan pengetahuan masyarakat dinilai sebagai sinyal bahwa Tiga Gili terus berkembang ke arah yang lebih baik.
“Dari hasil 2024 ke 2025 terlihat bahwa kondisi sosial ekonomi warga Gili membaik. Ini menunjukkan pertumbuhan dan kemajuan kawasan,” ujarnya.



































