Lombokvibes.com, Lombok Utara- Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) berkomitmen untuk melakukan revitalisasi perpustakaan sekolah sebagai respons atas rendahnya capaian literasi di sejumlah sekolah dasar.
Hal ini ditegaskan langsung oleh Kepala Dikbudpora KLU, H. Adenan, dalam kegiatan Pemberdayaan dan Pendampingan Komunitas Penggerak Literasi yang digelar Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 10–12 Juli 2025.
Adenan mengakui bahwa hingga kini masih terdapat 30 dari total 162 SD di KLU yang belum optimal dalam pengelolaan literasi, baik dari sisi fasilitas maupun sumber daya pengelola perpustakaannya.
“Jujur saja, kita di KLU masih jauh tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB dalam hal literasi. Maka revitalisasi pengelolaan perpustakaan sekolah menjadi langkah penting yang harus segera dilakukan,” ujar Adenan.
Upaya revitalisasi ini akan melibatkan berbagai pihak, termasuk Balai Bahasa NTB, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), serta Balai Guru Penggerak (BGP). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama pengelola perpustakaan sekolah yang memiliki peran strategis dalam penguatan budaya baca siswa.
Adenan menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun ekosistem literasi yang kuat. Dibutuhkan sinergi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat.
“Meningkatkan literasi adalah tanggung jawab bersama. Kami akan terus mendorong agar setiap sekolah memiliki perpustakaan yang aktif dan dikelola oleh orang yang kompeten,” tegasnya.
Sementara itu, Balai Bahasa NTB dalam kegiatan pelatihannya turut mengingatkan pentingnya memanfaatkan bantuan buku yang sebelumnya telah disalurkan ke 80 SD di lima kecamatan di KLU.
Program literasi seperti “Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar” juga diperkenalkan untuk mendorong siswa membaca secara utuh dan memahami isi bacaan.
Melalui langkah-langkah konkret ini, Pemkab Lombok Utara berharap dapat mengejar ketertinggalan dan membangun fondasi literasi yang kuat di tingkat dasar.




























