Penulis: Akmal
Lombokvibes.com, Mataram– Buku “Rinjani dalam Perspektif Ecosufisme” karya H. L. Agus Faturrahman hadir sebagai sebuah upaya pembacaan ulang terhadap gunung yang tidak hanya berdiri sebagai lanskap geografis, tetapi juga sebagai ruang spiritual, kultural, dan ekosistem kehidupan yang sarat makna.
Dalam buku ini, Rinjani diposisikan bukan semata-mata gunung yang menjulang di Pulau Lombok, melainkan simbol kehidupan yang mengandung ajaran kosmologi, kearifan lokal, dan nilai sufistik yang berpadu dengan ekologi. Perspektif ecosufisme yang ditawarkan Agus Faturrahman menjadi pintu masuk untuk memahami relasi manusia dengan alam, khususnya Rinjani secara lebih holistik, spiritual, sekaligus ekologis.
Dengan gaya penulisan yang reflektif sekaligus argumentatif, penulis membawa pembaca menyelami makna Rinjani dari berbagai lapisan: mitos, cerita rakyat, praktik ritual, hingga tantangan modernitas yang menekan ekosistem gunung. Ecosufisme dalam buku ini dipahami sebagai sintesis antara kesadaran ekologis dan spiritualitas sufistik. Artinya, menjaga alam tidak hanya dipandang sebagai kewajiban etis atau ekologis, tetapi juga sebagai bagian dari perjalanan batin untuk mencapai kesadaran ilahiah. Melalui kacamata ini, Rinjani dilihat sebagai ruang kontemplasi dan zikir, tempat manusia kembali menemukan dirinya di hadapan Sang Pencipta melalui keselarasan dengan alam.
Kekuatan utama buku ini terletak pada keberanian penulis mengaitkan diskursus tasawuf dengan isu-isu ekologi kontemporer. Agus Faturrahman menunjukkan bahwa ajaran sufisme yang menekankan kesederhanaan, tawadhu, dan cinta kasih universal dapat menjadi dasar filosofis bagi gerakan pelestarian lingkungan. Ia menegaskan bahwa kerusakan ekologis bukan hanya problem teknis, melainkan juga krisis spiritual manusia modern yang terputus dari akar kesadarannya terhadap alam. Dengan demikian, “Rinjani dalam Perspektif Ecosufisme” tidak hanya menjadi bacaan akademis, tetapi juga seruan moral untuk menata ulang hubungan manusia dengan lingkungannya.
Selain mengurai konsep, buku ini juga memperkaya narasi dengan merujuk pada tradisi masyarakat Sasak yang memiliki keterikatan historis dan spiritual dengan Gunung Rinjani. Ritual-ritual tradisional, doa-doa, hingga cerita rakyat ditampilkan sebagai ekspresi ekologis masyarakat lokal yang mengandung kearifan dalam menjaga keseimbangan dengan alam. Dengan cara ini, buku ini mempertemukan wacana akademik dengan tradisi lisan dan pengalaman hidup masyarakat, sehingga menambah kedalaman makna ecosufisme yang diusung.
Membaca buku ini seakan mengajak kita menapaki jalur pendakian Rinjani yang bukan hanya fisik, tetapi juga spiritual. Setiap halaman membuka horizon baru tentang bagaimana manusia seharusnya menempatkan dirinya dalam lingkaran kosmos, bukan sebagai penguasa yang mengeksploitasi, melainkan sebagai khalifah yang menjaga dan merawat. Di tengah krisis lingkungan global yang kian mengkhawatirkan, buku ini menawarkan perspektif segar: bahwa solusi ekologis tidak bisa dilepaskan dari pembenahan spiritualitas manusia.
Secara keseluruhan, “Rinjani dalam Perspektif Ecosufisme” adalah karya yang memadukan refleksi sufistik, analisis ekologi, dan kearifan lokal dalam satu narasi yang kuat. Ia membuka ruang dialog antara ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan budaya lokal, sehingga relevan dibaca oleh kalangan akademisi, aktivis lingkungan, seniman, maupun masyarakat luas yang peduli terhadap kelestarian alam dan makna hidup. Lebih dari sekadar buku, ia adalah undangan untuk merenung: bagaimana kita hidup bersama alam dengan penuh rasa syukur, hormat, dan tanggung jawab.
Informasi Buku
Judul Buku : Rinjani Perspektif Ekosufisme
Penulis : H. L. Agus Fathurrahman
Penerbit : Mera Books, 2025, Malang
Halaman : xvi + 170 hlm, 13 x 19 cm
Cetakan Pertama : Juli 2025
ISBN : 978-623-8302-14-7































