Ketika si pemuda membuka mata, ternyata dia masih bisa melihat dan sudah kembali berada di atas perahunya yang terdampar di sebuah teluk kecil di antara bukit karang di salah satu sudut pantai Selong Belanak.
Sayangnya, perahu tersebut kosong tanpa ikan seekor pun. Merasa bingung dan tak percaya dengan apa yang baru saja dialaminya, dan masih diselimuti rasa takut, si pemuda itu lalu berlari menuju arah kerumunan orang yang sedang mencarinya.
Sejak kejadian itu, si pemuda berjanji pada dirinya untuk tidak akan kembali ke Gili Wayang. Sejak kejadian itulah Gili Wayang disakralkan oleh warga Selong Belanak dan tidak boleh dikunjungi sebelum melakukan kegiatan ritual adat.




























