Lombokvibes.com, Lombok Tengah — Kalau kamu sudah pernah main ke Air Terjun Benang Kelambu dan Benang Stokel, bersiaplah untuk jatuh cinta lagi dengan permata baru di lereng Rinjani: Selak Aik.
Terletak di Desa Wisata Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara, tempat ini bukan sekadar tempat wisata—ini adalah pelarian sempurna dari hiruk-pikuk dunia.
Namanya mungkin belum sepopuler tetangganya, tapi Selak Aik menyimpan pesona yang tak kalah memikat. Dalam bahasa Sasak, “Selak Aik” berarti jalur atau selah air.
Tempat ini adalah aliran sungai alami yang berasal dari mata air murni kaki Gunung Rinjani. Jernih, segar, dan menyejukkan—airnya seperti mengajak siapa pun untuk berhenti sejenak, mengambil napas, dan merasa hidup kembali.
Dikelilingi pepohonan lebat, rumpun bambu, dan batu-batu besar yang tersebar alami, Selak Aik menyuguhkan lanskap yang masih sangat perawan. Suasana damainya begitu nyata, dari gemericik air hingga udara sejuk yang menyapa tanpa lelah. Ini bukan cuma tempat berenang, tapi tempat untuk menyatu dengan alam dan mendengarkan kembali suara hati yang mungkin selama ini tertimbun rutinitas.
“Wisatawan yang datang ke sini bukan hanya bisa menikmati segarnya air, tapi juga merasakan atmosfer budaya lokal yang masih sangat kental,” kata Epol, salah satu pelaku wisata di desa tersebut.
Dan memang benar—di sini, nuansa tradisional masyarakat Sasak begitu terasa.
Selak Aik tak hanya memanjakan mata dan tubuh, tapi juga perut. Setelah puas bermain air, pengunjung bisa berjalan menyusuri jalan setapak menuju area persawahan. Pemandangan hamparan sawah yang hijau membentang, ditambah suguhan kopi khas Aik Berik dan jajanan lokal, membuat pengalaman semakin kaya dan berkesan. Keramahan warga dan suasana desa yang hangat membuat siapa pun merasa diterima seperti keluarga.
Pemerintah desa bersama para pemuda lokal kini tengah serius mengembangkan Selak Aik sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat. Prinsipnya jelas: tetap lestari, tetap alami, tetap jadi milik budaya.
“Kami tidak ingin Selak Aik menjadi tempat wisata yang kehilangan jati diri. Justru kami ingin memperkenalkan cara hidup masyarakat yang selaras dengan alam,” ujar Epol tegas.
Dengan akses yang semakin mudah dan fasilitas yang perlahan ditingkatkan, Selak Aik diproyeksikan menjadi destinasi reflektif yang tak hanya menawarkan keindahan visual, tapi juga kehangatan batin. Ia akan menjadi pelengkap sempurna bagi pesona Benang Kelambu dan Benang Stokel yang sudah lebih dulu dikenal luas.
Buat kamu yang rindu keheningan, ingin belajar dari alam, dan ingin benar-benar merasakan denyut kehidupan masyarakat Sasak yang autentik, Selak Aik adalah tempat yang wajib masuk dalam bucket list. Lokasinya? Hanya 1,5 jam dari Kota Mataram. Dekat, tapi serasa jauh dari segala keramaian.


























