Lombokvibes.com, Lombok Utara – Setelah mencetak prestasi dengan budidaya Kurma Datu yang kini dikenal luas hingga mancanegara, Lombok Utara kembali membuat gebrakan di sektor pertanian. Kali ini, giliran kacang super bernutrisi tinggi asal hutan Amazon, Sacha Inchi, yang resmi mulai dibudidayakan dan dipanen di wilayah ini.
Panen perdana dilakukan oleh Kelompok Tani Ukhuwah Datu Nusantara bersama mitra Tani Makmur Sejati di klaster Gondang City, Kecamatan Gangga. Hasilnya langsung mencengangkan: 500 kilogram kacang Sacha Inchi dipanen dan langsung ditransaksikan ke pembeli.

“Ini panen perdana kacang Sacha Inchi di Lombok Utara, dan langsung dilakukan transaksi pembelian sebanyak 500 kilogram. Ini menjadi langkah awal untuk hilirisasi dan pengembangan ekonomi masyarakat,” kata Direktur Utama Ukhuwah Datu Nusantara, Ustaz Suharman, Rabu (2/7).
Lebih dari sekadar panen, Ukhuwah Datu Nusantara sudah menyiapkan rencana besar. Pabrik pengolahan Sacha Inchi ditargetkan berdiri pada tahun 2026 untuk mendukung hilirisasi dan menciptakan nilai tambah bagi petani lokal.
Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Ariyadi, memuji keberhasilan ini sebagai bentuk nyata inovasi di tengah keterbatasan geografis dan iklim NTB.
“NTB ini tanah kering dan tadah hujan. Namun justru di kondisi itu kita bisa menghadirkan tanaman dari luar seperti kurma dan Sacha Inchi. Ini menjadi contoh luar biasa bahwa kita bisa membangun industri dari bawah,” ujarnya.
Ia juga memastikan BRIDA NTB akan mendampingi pengembangan ini hingga pembangunan pabrik benar-benar terwujud dan berdampak bagi perekonomian masyarakat.
Anggota DPD RI Komite IV, Hj. Evi Apita Maya, turut menyampaikan dukungan penuh atas inisiatif ini. Menurutnya, Sacha Inchi adalah komoditas strategis yang potensial untuk diperluas ke wilayah lain, termasuk Pulau Sumbawa.
“Kacang Sacha Inchi ini adalah komoditas langka dan sangat menjanjikan. Kami di DPD RI akan mendorong pemerintah agar pengembangannya mendapat dukungan penuh, baik di Lombok Utara maupun di daerah lainnya di NTB,” tegasnya.
Dengan keberhasilan panen perdana ini, Lombok Utara kembali menegaskan posisinya sebagai pelopor pertanian inovatif di Indonesia. Setelah Kurma Datu mencuri perhatian dunia, kini Sacha Inchi menjadi langkah berikutnya menuju transformasi ekonomi berbasis komoditas unggulan global.




























