Lombokvibe.com, Mataram- Upaya modernisasi pasar tradisional di Nusa Tenggara Barat (NTB) terus menunjukkan progres signifikan. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mendorong penuh penggunaan pembayaran digital QRIS saat meninjau aktivitas Pasar Dasan Agung, Kota Mataram, Kamis (11/12/2025).
Kunjungan ini dilakukan bersama Ketua TP PKK NTB Sinta M. Iqbal dan Direktur Utama Bank NTB Syariah Nazaruddin.
Gubernur menekankan pentingnya edukasi yang masif kepada seluruh pedagang, termasuk pedagang lansia, agar mampu beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang semakin dibutuhkan masyarakat. Menurutnya, peran Bank NTB Syariah kini semakin luas dan harus dirasakan langsung oleh pelaku UMKM.
Dalam dialognya dengan para pedagang, Gubernur mengajak mereka membantu menyebarkan pemahaman tentang penggunaan QRIS. Ia menegaskan bahwa transformasi digital bukan hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan dan kenyamanan berbelanja di pasar tradisional.
Gubernur dan Ketua TP PKK NTB turut memantau harga bahan pokok serta melakukan transaksi langsung menggunakan QRIS. Pada kesempatan tersebut, Bank NTB Syariah memberikan Reward Prime kepada sejumlah pedagang aktif pengguna QRIS di Pojok NTBS.
Ely, salah satu pedagang yang telah merasakan manfaat dari digitalisasi pasar, mengungkapkan dampak positif QRIS terhadap bisnis dan lingkungan pasar. Ia menyebut pasar kini lebih ramai, bersih, dan semakin hidup sejak penggunaan QRIS diperluas.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, melaporkan peningkatan tajam jumlah pedagang yang telah bergabung sebagai merchant QRIS. Dari hanya 31 pedagang pada awal program, kini jumlahnya melonjak menjadi 129. Frekuensi transaksi pada November tercatat 4.444 kali, dengan total nominal mencapai 248 juta rupiah hanya di satu pasar tersebut.
Pertumbuhan ini memperlihatkan tingginya tingkat penerimaan masyarakat terhadap pembayaran digital di pasar tradisional. Pemerintah Provinsi NTB bersama Bank NTB Syariah menargetkan perluasan program ke pasar-pasar lainnya untuk memperkuat digitalisasi sektor UMKM dan meningkatkan efisiensi ekonomi daerah.


































